Beranda Daerah Bekasi Wali Kota Turun Tangan

Wali Kota Turun Tangan

40
0
SIAP SIDAK: Paguyuban warga KVA saat mengunjungi Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, membahas SLF KVA.

Bakal Sidak Kelaikan SLF KVA

BEKASI SELATAN – Wali Kota Bekasi akan tinjau kelaikan Apartemen Kemang View (KVA) pada tanggal 8 Februari 2019 mendatang di Jalan Pekayon Raya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Pasalnya, saat sidak ke apartemen yang bagian dari Takke Group itu akan dihadiri oleh semua dinas terkait yang berhubungan dengan penerbitan surat laik fungsi (SLF). Hal itu diungkapkan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi saat menerima audensi Paguyuban Warga KVA di kantornya.

Humas Paguyuban Warga KVA, Hitler Situmorang menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah melayangkan surat kepada kepala daerah agar dapat meninjau langsung kondisi bangunan apartemen yang dibangun oleh PT Anugrah Duta Mandiri (ADM).

“Tak lain hal ini kita lakukan untuk melindungi keselamatan warga KVA, yang sewaktu-waktu dapat terancam akibat bangunan apartemen yang tidak laik ini,” papar Hitler kepada Metro Bekasi, kemarin (7/2).

Contohnya, kondisi lift yang sering rusak, instalasi listrik mengkhawatirkan, alat pemadam kebakaran yang tidak berfungsi dan banyak lainnya yang dapat memakan korban jiwa.

Oleh karena itu, Paguyuban Warga KVA berharap, Wali Kota Bekasi dapat memfasilitasi pihaknya dengan ADM selaku developer. Tujuannya, agar pihak ADM bertanggung jawab menyelesaikan  pembangunan apartemennya dengan baik.

Di mana, sesuai gambar perencanaan dan sesuai standar sebagaimana hasil audit konsultan  yang sudah diserahkan kepada ADM untuk diperbaiki.

“Kami minta agar pihak terkait bertanggung jawab. Banyak yang harus diperbaiki oleh KVA ini. Ini semua guna kenyamanan dan keamanan para penghuni apartemen,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Keselamatan warga KVA Kota Bekasi terancam. Diindikasikan banyak sarana dan prasana di apartemen Takke Group tersebut tidak sesuai standard dan tidak berfungsi.

Ketua Paguyuban Warga KVA, Ali membenarkan akan ancaman bahaya yang dapat merenggut nyawa warga akibat kelalaian pihak Takke Group. Misalnya, seperti tidak berfungsinya splinker pada ruas atap gedung, lampu emergency dan hidran.

Terlebih diduga pula kipas untuk mengatasi kebakaran pada kamar KVA yang mengarah ke tangga darurat tidak berfungsi. Bahkan, fire pam hingga pompa api pun sama.

“Ini jelas membahayakan keselamatan warga bila terjadi sebuah kejadian besar. Makanya, pihak KVA atau Takke Group agar memperbaiki semua ini,” jelas Ali.

Ia mengungkapkan, kejadian kebakaran pada saat bulan lalu sebagai gambaran dan trauma warga KVA. Di mana, saat kebakaran gardu utama KVA para warga berhamburan berlari melalui tangga darurat dan lift dengan kondisi lampu apartemen mati total.

Pasalnya, pihaknya sudah melakukan pengaduan itu kepada pihak KVA. Tetapi apa daya pihak Takke Group itu tidak mengindahkan keluhan warganya.

“Kenyamanan dan keselematan warga jadi taruhannya. Nah, dengan melihat kondisi KVA seperti sekarang ini tentunya kita berharap ada perbaikan dan kelaikan,” tuturnya kepada Metro Bekasi.

Selain itu, Paguyuban Warga KVA pun meminta kepada Pemerintah Kota Bekasi ataupun dinas terkait agar menyikapi hal ini dengan serius. Yakni dengan cara melakukan pengawasan dan pengendalian.

Mengingat KVA sudah memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Namun kenyataannya di lapangan kondisi KVA tidak sesuai syarat dan prasyarat SLF. “Kita duga ini ada manipulasi SLF. Hampir beberapa item tidak mendukung atau berfungsi. Makanya, SLF ini harus dipertanyakan kenapa bisa keluar,” beber dia. (msr/rez)