Tikungan Cijambe Kerap Makan Korban

Tikungan Cijambe Kerap Makan Korban

715
0
BELOKAN BERBAHAYA: Warga menolong korban kecelakaan truk pengangkut air mineral di Cijambe, Subang, Selasa (16/5). Beruntung jurang tidak terlalu dalam sehingga evakuasi bisa dipercepat. TEGUH PRABOWO/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

SUBANG – Dum truk pengangkut air mineral tiba-tiba oleng dan masuk jurang saat belok di daerah Cijambe, Subang, Selasa (16/5). Akibatnya, truk tersebut rusak berat dan botol berserakan. Sang sopir mengalami patah tulang.

Warga setempat yang menjadi saksi kecelakaan tersebut langsung berhamburan mendatangi lokasi kejadian dan berusaha menolong. Sukana, 65, menyebutkan, truk dengan nomor polisi B 9639 YM memberikan tanda klakson sebelum akhirnya belok dan masuk jurang. Sopir truk tampaknya tergencet dan barang bawaannya lepas berserakan.

Warga yang hendak menolong sempat ragu-ragu sebelum warga berdatangan. Mereka takut disangka maling. Dari beberapa kejadian sebelumnya, warga yang berniat menolong malah dituding maling. Dengan kejadian itu, mereka pun berhati-hati menolong korban kecelakaan truk pengangkut air gallon ternama tersebut. “Kami sakit hati jika disangka mencuri galon,” ujarnya.

Camat Cijambe, Udin Jazudin membenarkan bila di wilayah tersebut sering terjadi kecelakaan yang dialami oleh truk besar pengangkut air mineral. “Kalau warga enggan menolong sebelum aparat datang memang dimaklumi karena sempat nggak enak disangka mengambil barangnya,“ kata Udin dan akhirnya bersama warga dan aparat dari Polsek Cijambe mengevakuasi sopir truk, Nana, 38, asal Cileat, Tanjungsiang, Subang.

Menurut Camat, sejak memasuki tahun 2017 di daerah itu kerap terjadi kecelakaan dan pernah dari Dishub Provinsi Jawa Barat melakukan evaluasi dan bahkan kepada dirinya menawarkan fasilitas apa yang kira-kira dibutuhkan di tikungan dan turunan jalan milik provinsi tersebut.

“Waktu itu yang nanya H Didin karena kecelakaan hampir tiap bulan dan ada yang memakan korban jiwa. namun hingga kini belum ada realisasi berupa pagar pengaman dan marka kejut,” ungkapnya.

Selain itu beberapa warga pun berharap kepada petugas berwenang untuk mengeluarkan kebijakan bila mengangkut air mineral tidak dengan kendaraan besar, tetapi cukup dengan truk Fuso biasa seperti halnya dari lokasi di Cisalak ke Sumedang.

“Yang paling penting juga ada pemeriksaan berkala jangan hanya bus wisata saja, termasuk bus angkutan karyawan,“ kata Salim, warga Cijambe.

Pertugas Satlantas dan Polsek yang berusaha mengevakuasi kendaraan baru berhasil sekira 1 jam lebih hingga arus dari Subang maupun Bandung menjadi macet. (guh)