Beranda Daerah Purwakarta Rawat Taman Butuh 3 Miliar

Rawat Taman Butuh 3 Miliar

10
0
PERAWATAN TAMAN: Pemkab Purwakarta menggelotorkan anggaran 3 miliar khusus untuk pemeliharaan taman. Pasalnya, jumlah taman yang ada di daerah ini cukup banyak mencapai 75 titik.

Pemkab Serius Jaga Keindahan Kota

PURWAKARTA- Pemkab Purwakarta menggelotorkan anggaran 3 miliar khusus untuk pemeliharaan taman. Pasalnya, jumlah taman yang ada di daerah ini cukup banyak mencapai 75 titik. Bahkan, dari puluhan taman itu, satu di antaranya sudah sangat terkenal yakni Taman Air Mancur Sri Baduga Maharaja Situ Buleud.

Kasi Pertamanan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kabupaten Purwakarta, Hadi Purnomo, mengatakan, 75 taman ini luasannya bervariasi. Dari mulai yang kecil, hingga besar. Taman ini, selain untuk estetika, tujuan utamanya yaitu sebagai ruang terbuka hijau.

“Taman ini, dibangun sejak 10 tahun terakhir, saat kepemimpinan Bupati Dedi Mulyadi,” ujar Hadi, kepada awak media, Senin (11/3).

Salah satu alasannya, saat itu di Kabupaten Purwakarta masih minim ruang terbuka hijaunya. Kalaupun ada, kondisinya tak terawat. Karenanya, saat Bupati Dedi menjabat, banyak taman dibangun. Sehingga, sampai saat ini jumlahnya mencapai 75 titik.

Akan tetapi, untuk pemeliharaan taman ini, dibagi dua. Yakni, ada yang ke Bidang Pertamanan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, serta ada yang dikelola Bagian Umum Setda Purwakarta.

Khusus yang di pertamanan, lanjut Hadi, alokasi biaya untuk pemeliharaan rutinnya mencapai Rp 3 miliar per tahun. Anggaran itu, salah satunya diperuntukan bagi mengganti bunga yang mati ataupun rusak. Serta, menambah fasilitas lainnya. Seperti, reklame dan penerangan jalan umum (PJU)

Menurut Hadi, dengan banyaknya taman ini, Purwakarta dinilai layak menyandang sebutan kota seribu taman. Sebab, di berbagai penjuru dan kota, tampak taman-taman yang dilengkapi dengan pepohonan yang hijau.

Bahkan, dari 75 titik taman ini, banyak yang sangat instagramable. Seperti, Taman Maya Datar, Taman Pasanggrahan Padjajaran Anyar, Taman Pancawarna, serta Taman Sri Baduga Situ Buleud. 

“Untuk memelihara taman ini, kita mengerahkan 135 petugas. Setiap hari, taman-taman ini diperiksa dan dijaga kebersihannya,” ujar Hadi.

Target kedepannya, pembangunan taman ini akan merata sampai tingkat kecamatan. Bahkan, sampai tingkat desa. Akan tetapi, hal itu tergantung dari kondisi anggarannya. 

Alasannya, supaya ruang terbuka hijau ini bisa sampai ke tingkat kecamatan. Saat ini, taman di tingkat kecamatan yang sudah terkenal, salah satunya Taman Stasiun Plered. 

“Adapun untuk namanya, merujuk pada nama lokasi dari taman itu, atau nama tokoh kerajaan sunda jaman dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Dayat Hidayat (37 tahun) warga Kabupaten Subang, mengaku, sangat terpukau dengan perubahan perwajahan Purwakarta. Apalagi, sejak adanya air mancur menari, hampir tiap pekan banyak warga yang berkunjung ke wilayah ini.

“Termasuk saya dan keluarga, sudah tiga kali menonton air mancur. Sebelum nonton, kita bisa foto-foto di taman yang ada di pemda atau dekat Situ Buleud. Tamannya bagus-bagus,” ujar ayah dua anak ini. (bbs/mhs)