Beranda Daerah PRSJ Siap Tampung Caleg Depresi

PRSJ Siap Tampung Caleg Depresi

10
0
istimewa

BEKASI TIMUR – Panti Rehabilitasi Sakit Jiwa (PRSJ) Yayasan Jamrud Biru (YJB) siap tampung calon anggota legislatif (caleg) 2019 yang gagal. Sebab, saat ini ada 97 pasien dengan gangguan jiwa yang menjalani pengobatan di yayasan tersebut.

Mereka mengalami gangguan kejiwaan akibat berbagai persoalan. Misalnya, karena masalah ekonomi, narkoba dan ilmu kebatinan.

Wakil Ketua YJB Kota Bekasi, Suharyono, mengatakan, sementara bagi caleg yang depresi karena kalah akan datang ke tempatnya setelah  dua bulan  ajang Pemilihan Legislatif (Pileg).

Hal itu melihat pada tahun Pileg sebelumnya pada tahun 2014. Ada sebanyak delapan pasien caleg yang berobat ke YJB.

Di mana, para caleg yang depresi ini dari berbagai daerah, seperti berasal dari Kota Bandung, Tegal, Kabupaten Sumedang dan daerah lainnya.

Menurutnya, caleg depresi tersebut sudah dipulangkan dan sembuh setelah menjalani pengobatan sejak beberapa tahun lalu.

Saat ditanyai nama-nama para caleg depresi, Suryono enggan memberitahukan. Sebab ia diminta oleh keluarga caleg depresi yang menemaninya agar  merahasiakan identitasnya. Hal itu dikarenakan takut adanya stigma yang timbul bila berobat ke PRSJ.

“Karena permintaan agar dirahasiakan identitasnya. Makanya kerahasian mereka kami jaga. Apalagi mereka berobat ke panti karena alasan kalah bersaing dalam Pileg,” tuturnya, kemarin (14/3).

Suharyono mengungkapkan, pengobatan untuk penyembuhan gangguan kejiwaan menggunakan teknik tradisional. Contohnya, diberikan totok saraf, terapi rempah-rempah, hingga pengobatan rukiah untuk mengusir gangguan jin.

Bahkan, hampir seluruh pasien beragama Islam harus hatam Al-quran. Menurutnya, pada dasarnya orang dengan gangguan jiwa bisa berkelakuan baik dan tidak perlu ditakutkan.

Hanya saja mereka tidak bisa membendung amarah yang timbul karena diusik dengan orang lain, serta  memang kondisi fisiknya sedang tidak sehat.

“Tidak hanya itu, orang gangguan kejiwaan sedang lapar pun bisa marah,” ucap dia.

Disamping itu, Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi, Agus Harpa mengatakan, ada dua panti RSJ yang terdata Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Selama ini pasien dikelola oleh pihak yayasan bukan pemerintah.

Selain Yayasan Jamrud Biru, ada juga Yayasan Galuh di Kota Bekasi. Untuk tahun ini, Pemkot telah mengalokasikan dana sekitar Rp 750 juta untuk PR.

Dana itu dikucurkan dalam bentuk uang dengan peruntukan untuk membeli sembako, seperti beras, minyak goreng, mie instan, gula, kecap, garap dan sebagainya.

“Mereka butuhnya makanan, jadi kita bantu dalam bentuk sembako,” ujarnya.

Lanjut Agus, bantuan kepada para panti rehabilitasi sempat terhenti pada 2018 lalu. Hal itu disebabkan alasan ketersediaan anggaran daerah.

Namun, dia memastikan pada 2019 ini PR kembali mendapat bantuan berupa sembako dari Pemkot.

“Hanya tahun 2018 saja yang tidak kita berikan bantuan. Sedangkan 2017 lalu kita berikan bantuan sembako dengan pagu anggaran Rp 520 juta,” tutup Agus. (msr/hyt)