Proyek SPAM di Desa Baturaden Diduga Ada Penyelewengan

Proyek SPAM di Desa Baturaden Diduga Ada Penyelewengan

37
0
INFRASTRUKTUR : Pekerja sedang mengerjakan proyek sarana pengelolaan air minum (SPAM) di Desa Baturaden, Kecamatan Batujaya.
BERBAGI

BATUJAYA – Proyek sarana pengelolaan air minum (SPAM) di Desa Baturaden, Kecamatan Batujaya yang dikerjakan secara swakelola diduga tidak sesuai dengan RAB. Hal tersebut terlihat dari tidak transparan kepada masarakat.

Seperti diungkapkan, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan pembangunan proyek sarana pengelolaan air minum (SPAM), Amil Lukman mengatakan, dirinya hanya jadi ketua saja, namun tidak dilibatkan. Terkait semua keuangan dan teknis pembangunan tersebut itu adalah Eli selaku bendaharanya Kelompok Swadaya Masarakat (KSM).

“Pokonya saya tidak punya kewenangan apapun dalam proyek ini. Saya hanya dijadikan ketua, bahkan saya melihat ada yang tidak beres,” ungkapnya kepada KBE, Senin (5/11).

Dikatakan Lukman, program ini tepat sasaran. Hanya saja ada kejanggalan tetapi kalau soal pengerjaanya dipastikan mengurang kualitas. Karena ada pihak ke tiga, harusnya ada pengawasan yang ketat dari pihak intansi terkait.

“Program ini sangat baik apalagi daerah pesisir laut airnya asin. Jadi sangat dibutuhkan oleh masarakat di sini yang membutuhkan air bersih. Hanya saja yang ditakutkan kualitasnya tidak baik, sehingga tidak tahan lama,” terangnya.

Program pembangunan ini bersumber dari Kementrian sebesar Rp350 juta. Pelaksanaan kegiatan swakelola juga tidak memperhatikan ketersediaan bahan baku yang ada di dalam desa. Terkecuali jika bahan baku yang dibutuhkan di dalam desa tidak tersedia maka Tim Pelaksana Kegiatan dapat memperoleh bahan baku dari luar desa.

Sementara para pekerja ketika dikonfirmasi terkait seputar pembangunan tersebut. Terkait bahan dan merk mesin air juga kualitas bahan matrial pembangunan mereka tidak ada yang menjawab. “Saya hanya bekerja mas, bahan matrial sudah tersedia tinggal melaksanakan saja,” uacpnya.

Masarakat berharap kepada dinas terkait untuk lebih ketat dalam pengawasa pembangunan tersebut. Karenanya sarat dengan penyelewengan jika pengawasanya lemah dan pembangunan ini agar di croscek kebenaranya. (odk)