Pedes Mencekam

Pedes Mencekam

730
0
TARKAM JELANG SAHUR. Suasana tawuran antara warga Bayur dan Pedes di Kampung Pedes dini hari kemarin. ARIE FIRMANSYAH/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

 

Dipicu Hasil Pilkades, Dua Kampung Tawuran Lagi

KARAWANG– Desa Payungsari mencekam.  Kampung Bayur dan Kampung Pedes kembali terlibat tawuran. Kisah lama  ini terjadi lagi, pemicunya diduga karena tak terima kekalahan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Pada bentrok antar Kampung Bayur dan Pedes di Desa Payungsari, Kecamatan Pedes pada Selasa (13/6) dini hari itu sejumlah rumah warga rusak lantaran terkena lemparan batu dan botol.

Tak lama usai penghitungan suara Pilkades, telah terjadi intimidasi dan pengrusakan pagar rumah oleh pihak pendukung calon kepala desa kalah kepada pendukung calon kepada desa yang menang. Laporan ini telah sampai ke Polsek Pedes, tetapi aparat tersebut tidak menggubris, hingga akhirnya tawuran antar kampung pecah.

Ade (35) salah seorang warga Kampung Pedes, Desa Payungsari mengatakan, kalau pelaporan terkait intimidasi itu ditindaklanjuti oleh pihka kepolisian, mungkin tawuran warga ini tidak akan terjadi. Pihak yang mengintimidasi semakin leluasa sewenang-wenang terhadap warga yang menjadi rival Pilkades.

“Warga yang rumahnya di rusak sudah mendatangi Polsek, didampingi sejumlah warga lainnya, supaya polisi segera bertindak. Sedikitnya ada 38 oknum warga yang dilaporkan, tetapi polisi belum juga beraksi, hingga akhirnya terjadi tawuran ini,” ujarnya.

Bahkan tawuran antar kampung ini hampir terjadi setiap malam, selama dua Minggu terakhir ini dan puncaknya Selasa dini hari ini, dikabarkan jatuh korban luka. Diakui warga, pasca Pilkades ini agak gaduh, mereka berharap Polres Karawang bisa menyelesaikan permasalahan ini.

Sementara itu, Kapolres Karawang, AKBP Ade Ary Syam menuturkan, dengan peristiwa tawuran ini, pihaknya fokus pada penyelesaian akar masalah. Hari ini (kemarin, red) kepolisian telah mengumpulkan kedua belah yang bertikai serta Muspika dan Muspides.

“Dalam pertemuan ini, saya akan meminta pertanggungjawabkan kepada Muspika dan Muspides yang tidak bisa mencegar warganya. Kita akan memfasilitasi kedua belah pihak yang bertikai,” ungkapnya.

Lanjut Kapolres, untuk permasalah tawuran ini akibat salah seorang anak muda yang mengendarai sepeda motor dengan menggerung-gerukan suara knalpot. Yang mengakibatkan warga sekitar terganggu.

“Saya membantah tawuran tersebut pecah karena salah satu pendukung yang tak terima kekalahan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Ini sebebkan akibat salah seorang anak muda yang mengendarai sepeda motor dengan menggerung-gerukan suara knalpot,” jelasnya.

Kapolres mengatakan, untuk antisipasi tidak terjadi aksi tawuran kembali, ia meminta kepada Muspika, Muspides dan masyarakat sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Nanum kalau masih tetap terjadi, kepolisian akan melakukan tindakan tegas dengan menangkap pelaku tawuran. (rie)