Beranda Daerah Bekasi Pasien Malpraktik Lapor Ombudsman

Pasien Malpraktik Lapor Ombudsman

15
0
PERLIHATKAN: Pasien terduga korban malpraktik RS. Anna Pekayon, Ira Puspita Rahayu menunjukan bukti pelaporannya usai ditolak pihak rumah sakit saat ingin menanyakan rekam mediknya, Rabu Lalu (6/3).

Rumah Sakit Anna Klaim Sesuai Prosedur

BEKASI SELATAN – Polemik dugaan malapraktik yang terjadi di Rumah Sakit Anna Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan makin menuai tanda tanya. Pasalnya, setelah pihak rumah sakit memberikan keterangan melalui konfrensi pers dihari yang sama keluarga korban terduga malpraktik yang datang dihari itu juga jajaran manajemen rumah sakit itu enggan ditemui, Rabu (6/3) lalu.

Hal ini, makin membuat publik dan keluarga pasien atas nama Ira Puspita Rahayu tanda tanya besar. Sebab, dalam klarifikasi kepada awak media pihak RS Anna membantah adanya dugaan malapraktik dan semua yang dilakukan berdasarkan prosedur medis.

“Kami tadi ingin bertemu dengan dokter bedah dan manajemen rumah sakit untuk meminta penjelasan tentang apa yang terjadi sehingga terjadi luka bakar di perut sebelah kiri. Namun seperti disaksikan rekan2 wartawan dokter dan manajemen rumah sakit tidak bersedia menemui saya selaku pasiennya,” tutur Ira kepada media saat mendatangi RS. Anna sesaat usai konfrensi pers.

Tak hanya itu, pihak keluarga pasien juga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait untuk mendapatkan titik terang atas masalah yang ia alami. Selain surat terbuka ke Kemenjes RI, pihaknya juga menyampaikan ketidakpuasannya atas pelayanan rumah sakit kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi serta ombudsman perwakilan jakarta raya.

“Kami berharap, keluhan yang saya alami dapat didengar oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Bekasi serta pihak terkait. Kami akan terus berjuang agar hak saya dilindungi dan pihak rumah sakit mendapat sanksi termasuk pencabutan ijin praktek dokter yg menangani saya. Tentu setelah melalui proses investigasi dan penyelidikan dari pihak yang berwenang,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam keterangan pers sebelumnya pihak RS Anna Bekasi Selatan yang diwakili oleh dr. Bambang Yudhadi membantah telah melakukan dugaan malpraktik kepada pasien Ira. Menurut Bambang, pihak rumah sakit Anna sudah memenuhi stadar pada pembiusan pasien Ira.

“Pasien merasakan gelisah, itu obat tidur. Makanya kita tambahkan 100 mili karena pasien terlihat masih gelisah setelah disuntik yang pertama,” ujar dr. Bambang.

dr. Bambang menambahkan, kondisi pada bagian tubuh pasien tersebut sebelum operasi sudah terlihat memerah dan sudah menduga hal tersebut. Untuk itu, ia mengarahkan pasien ke dokter kulit dan memberikan obat untuk kulit. Bambang menuturkan, 2 jam sebelum operasi sempat menanyakan perihal kulit tersebut kepada pasien.

“Karena dia belum operasi dikasih obat dengan saya setelah sebelumnya konsul dulu kepada dokter kulit. Saya sempat tanya kepada pasien dan pasien menjawab gatal karena digaruk,” tandasnya.

Terkait dengan rencana pasien yang akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait, pihak RS Anna menanggapi dengan santai pernyataan tersebut. “Kita sudah mediasi, kita obatin, kalau dia mau. Tapi kalau mau main pengadilan, saya siap, kita ikuti,” tukasnya.

Ironisnya, puhak RS. Anna juga enggan dikonfrontir dengan pasien dan terkesan menghindari keluarga pasien yang datang ke RS. Anna. (ims/rez)