Manajemen Pindo II Segera Diperiksa Polisi

Manajemen Pindo II Segera Diperiksa Polisi

11
0
BERBAGI

 KARAWANG – Polsek Ciampel memeriksa dua saksi dalam kasus meninggalnya karyawan PT Pindo Deli II di Dusun Gintung, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kamis (8/11). Hal tersebut diungkapkan oleh Kanit Reskrim Polsek Ciampel, Ipda Iwan Budianto.

“Kami sudah periksa dua orang saksi terkait meinggalnya korban (Dromi). Saksi tersebut merupakan teman korban yang melihat dan membawa korban ke rumah sakit. Korban ini memang operator forklip dan sudah memiliki surat khusus mengendarai forklip,” ujar Iwan saat dihubungi lewat telepon.

Lanjut Iwan, pihaknya belum memeriksa dari perusahaan, mungkin dalam waktu dekat akan dilakukan pemanggilan. Sebelumnya, seorang karyawan PT Pindo Deli II di Dusun Gintung, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel meninggal, setelah menjalani perawatan selama satu pekan di RS Mandaya. Korban sebelumnya tertimpa forklip saat memindahkan barang, Kamis (8/11) pukul 23.30 WIB.

“Korban bernama Dromi Dwikanto (45) warga Perumahan Griya Permata Indah, Desa Klari, Kecamatan Klari. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mapasseng kepada KBE, Kamis (15/11).

Lanjut Maradona, pihaknya masih menyelidikan kasus tersebut dan (15/11) sekitar pukul 17.30 wib baru beres olah tempat kejadian perkara. Persitiwa ini berawal dari informasi masyarakat bahwa telah terjadi kecelakaan kerja di PT Pindo Delli 2, Kamis (8/11) pukul 23.30 wib. Namun baru diketahui seminggu kemudian Kamis (15/11).

“Kami turunkan anggota untuk melakukan pengecekan langsung ke TKP dan dilakukannya oleh TKP. Dari keterangan dari sejumlah saksi bahwa korban terjatuh dari atas forklip. Kemudian forklip tersebut menimpa badan korban di bagian perut. Lalu saksi menolong korban dan langsung membawa korban ke rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, Kadisnakertrans, Ahmad Suroto membenarkan peristiwa yang menimpa korban. Pihaknya sudah menurunkan tim pengawas, apakah korban ini merupakan operator forklip atau bukan. Karena kalau sopir forklip harus memiliki surat khusus untuk mengemudikan forklip.

“Saya telah menurunkan tim pengawas untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan informasi di lapangan, korban sempat menjalani perawatan di RS Mandaya sekitar satu minggu. Untuk kondisi korban saat perawatan sangat memperihatinkan. Kecelakaan kerja di PT Pindo Delli 2 bukan pertama kalinya, hampir setiap tahun selalu terjadi peristiwa tersebut. (rie/mhs)