Beranda Daerah Bekasi Lima BTS Sudah Disegel

Lima BTS Sudah Disegel

31
0

Distaru Klaim Sudah Intensifkan pegawasan

BEKASI TIMUR – Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi memastikan terus melakukan pemantauan terhadap bangunan tower yang ada di Kota Patriot ini. Adanya BTS yang sudah berdiri tanpa izini, diakui minim nya SDM dan koordinasi antara petugas dari dinas teknis terkait.

Meski demikian, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Distaru Kota Bekasi, Zeno Bachtiar bakal terus meningkatkan pengawasan. Khususnya, koordinasi dengan jajaran mulai dari tingkat kelurahan hingga OPD di Pemkot Bekasi.

“Pengawasan dan pengendalian terus kita lakukan. Terlepas adanya laporan dari masyarakat atau tidak, kita terus keliling ke wilayah sebagai tupoksi kami. Kita minta kecamatan dan kelurahan ayo bersama-sama saling koordinasi apabila ada yang dicurigai bangunan atau tower tidak ada perizinannya,” Ungkap Zeno kepada Metro Bekasi.

Mengenai belasan tower yang diduga tidak berizin ini, pihaknya terus melakukan pemantauan. Bahkan, dari belasan tower yang dilaporkan melanggar dokumen perizinan itu telah di segel sebanyak 5 unit.

“Lima tower sudah kita segel. Diantaranya ada di wilayah Rawa Semut, Bojong Menteng 2 unit dan Mustika Jaya. Disegel itu artinya tidak ada aktifitas. Kita minta, siapa pemiliknya yang merasa segera urus perizinannya. Sementara 7 tower sisanya tengah kita proses,” tegasnya.

Pihaknya mengaku tidak mengetahui pemilik 5 unit tower yang sudah disegel pemerintah itu. Karena, jelas tidak berizin sama artinya tidak teridentifikasi. “Kita tidak tahu milik siapa saja karena tidak teridentifikasi. Bahkan, rekom dinas teknis terkait tidak ada,” imbuhnya.

Saat disinggung apakah dimungkinkan masih banyak tower yang berdiri tanpa izin, Zeno tidak menampiknya. “Maka saya katakan tadi, dengan SDM yang ada mari kita sama-sama bekerja meningkatkan pengawasan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, LSM GMBI Distrik Kota Bekasi menyoroti lemahnya pengawasan Pemerintah Kota Bekasi dalam hal investasi dan perizinanan di Kota Patriot Ini. Salah satunya berkenaan dengan sejumlah tower atau Base Transceiver Station (BTS) yang kembali ditemukan tanpa izin.

Menurut Ketua Divisi Investigasi GMBI Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago, temuan tower tidak berizin bukan hanya terjadi pada tahun ini. Bahkan, beberapa tahun lalu pihaknya juga telah mengadukan dan mempersoalkan permasalahan itu.

Dia menganggap, petugas yang tugas di bidang itu kurang peduli akan kondisi yang terjadi. Karena, petugas selalu kecolongan dan bahkan tidak mengetahui jika ada tower baru yang berdiri di wilayahnya.

“Kalau saya nilai, kurangnya koordinasi antar petugas satu sama lain. Semestinya, kalau ada bangunan tower baru, dari pihak kelurahan menanyakannya langsung. Apabila ada masalah, teruskan ke kecamatan setelah itu pihak kecamatan melanjutkan ke Pemkot. Kalau seperti ini, artinya tidak ada koordinasi antar petugas,” ungkap Delvin kemarin (6/2). (ims/rez)