Beranda Daerah Karawang Korban Dugaan Malpraktik di Amansari Puluhan Orang

Korban Dugaan Malpraktik di Amansari Puluhan Orang

16
0

KARAWANG – Kasus dugaan malpraktik yang dilakukan salah seorang bidan di Kecamatan Rengasdengklok kembali terjadi. Kali ini disebut-sebut korbannya tak hanya satu orang bahkan lebih dari 10 orang.

Minimnya pengawasan serta menganggap spele kesalahan prosesdur dinilai sejumlah pihak yang mengakibatkan kasus malpraktik lumrah terjadi dan minim penindakan tegas, nbaik oleh aparat penegak hukum maupun oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan.

KBE belum lama ini menemui YT, warga Dusun Cikelor, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok. Ia mengaku  menderita sakit yang berbentuk benjolan sebesar telur puyuh serta mengeluarkan nanah setelah disuntik KB oleh salah seorang bidan desa yang berinisial DL. Yang kini membuka praktik di kediamannya.

“Sekitar seminggu yang lalu, setelah saya disuntik KB oleh bidan, tapi jelang beberapa hari timbul bisul di pantat sebesar telor puyuh dan mengeluarkan nanah,” ucapnya kepada KBE, Minggu (10/2).

Ia mengaku panik. Bahkan sempat pula mendatangi iulang bidan tersebut. Ia menerima saran untuk segera melakukan kompres dengan air hangat. Namun alih-alih sembuh, sakit berlebih justru ia dapatkan setelahnya.

“Namun setelah saran dari bidan itu saya jalankan tapi sampai sekarang belum kunjung sembuh,” tambahnya. 

Sekan lepas dari tanggung jawab, YT setelah itu memilih melakukan pemeriksaan medis ke RS Proklamasi di Rengasdengklok, namun tak sekalipun didampingi oleh bidan DL. Hasil pemeriksaan, YT menerima informasi medis ia sesegra mungkin harus dioperasi.

“Untuk bayar Rumah Sakit pun pakai BPJS sendiri, bukan dikawal oleh bidan DL, dan kata dokter harus operasi dengan biaya 4 juta, tidak ada itikad baik dari bidan,” pungkasnya. 

Hal itu dibenarkan salah seorang warga masyarakat Amansari, Ucok, yang mengatakan bahwa korban dari bidan itu tidak hanya 1 atau 2 orang, tetetapi mencapai 28 orang.

“Setahu saya suaminya anggota polisi, korbannya bukan hanya 1 oran, Pak. Ini mah sudah banyak. Kalau 1 atau 2 ketidaksengajaan wajar ya, kalau sampai puluhan apalagi namanya kalau bukan malpraktik,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala desa Amansari, Hanapi Zaenudin mengatakan DL memang sempat tercatat di desanya sebagai bidan desa, namun ketika banyak korban yang mengeluhkan sakit setelah mendapatkanb pendampingan bidan DL, ia diberhentikan dari bidan desa.

“Sudah dikeluarkan dari bidan desanya, mengenai korban katanya tanggung jawab, tidak tahu apa bidan DL atau Dinkes yang tanggungjawabnya,” ujarnya. 

Sementara itu Sekjen Karangtaruna Kecamatan Rengasdengklok, yang juga anggota BPD Amansari Irfan yang menerima keluhan warga, membenarkan kejadian itu, sebab hampir 20 orang lebih yang saya cek dan saya data mengeluhkan dampak suntik KB yang sama.

“Iya, saya sudah cek dan sudah saya data siapa saja warga yang mengalami hal yang sama akibat dari suntik KB tersebut sebagai bukti jangan – jangan ini malpraktik,” tuturnya. 

Irfan pun mengaku sudah mengonfirmasi ke Dinas Kesehatan. Dan Dinas Kesehatan menuturkan apa yang terjadi pada sejumlah ibu rumah tangga yang didampingi medis oleh bidan DL terjadi karena kesalahan suntik.

“Bidan DL belum mengakui kalau dia salah suntik, tetapi Dinkes tahu dari mana kalau bukan BIdan DL yang bilang. Dinkes terang gerangan bilang itu salah suntik, apalagi namanya kalau bukan malpraktik,” pungkasnya. (gie)