Beranda Daerah Subang Jembatan Cilame Ambruk

Jembatan Cilame Ambruk

27
0

Tiga Hari tak Dibenahi, Jabatan Kadis PUPR Dicopot

SUBANG – Jembatan Cilame penghubung Desa Cikadu dan Desa Cimenteng yang menjadi akses jalan utama menuju Subang Kota ambruk diduga karena longsor dan buruknya konstruksi bangunan yang memang sudah tua. Hujan deras semalaman pun disinyalir yang menjadi musabab awal sehingga tembok penahan jembatan tak mampu menhab derasnya air sungai.

 Mendangan kejadian itu, Bupati Subang, Ruhimat mengaku cukup kesal. Bahkan tak tanggung-tanggung, saking vitalnya jalan tersebut, Ruhimat meminta DPUPR Subang bisa mulai membenahinya dalam kurun waktu tiga hari ke depan. Jika tidak mampu, Kepala DPUPR, Besta Basuki, terancam dicopot dari jabatannya.

“Ada puluhan ribu masyarakat yang sangat ketergantungan dengan jembatan tersebut, jika PUPR lalai atau tidak cepat membangun jembatan tersebut, nanti Pemkab Subang yang akan disalahkan, makanya saya perintahankan Pak Besta untuk segera dalam waktu tiga hari membangun kembali jembatan tersebut,” ujar pria yang kerap disapa Jimat ini.

Saat ini dikatakan Jimat, puluhan ribu warga, menunggu jkeoastian kapan jembatan akan mulai dibenahi. Untuk itu, ia mengultimatum DPUPR segera memulihkan kondisi jembatan agar kembali bisa difungsikan lagi.

“Saya sangat berpihak pada masyarakat kecil, makanya saya tegaskan kepala dinas untuk segera dalam waktu tiga hari jembatan tersebut sudah bisa dibangun dan digunakan lagi oleh masyarakat, jika tidak bisa lalai memberikan pelayanan masyarakat atau banyak alasan sana sini, akan saya copot jabatannya,” ujar Ruhimat.

Sementara itu, Kepala Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe, Wawan Cakrud menuturkan, saat ini ambruknya jebatan Cilame tengah viral diperbincangkan baik di media sosial maupun di internal Pemkab Subang.

”Penyebab ambruknya Jembatan Cilame ini diguyur hujan lebat semalam sehingga  tembok menahan tidak mampuh menahan derasnya air sungai,” tuturnya.

Ia sendiri bukan tanpa upaya preventif mencegak ambrolnya jembatan. Setiap Musrenbang, dan setiap tahunnya, ia bersama warga selalu mengajukan revitalisasi jembatan. Namun tak  kunjung ada respons dari DPUPR Subang.

“Namun setiap tahun anggaran tidak pernah muncul untuk pembangunan Jembatan,” ungkap Wawan. (hrn/ade)