Jangan Berhenti pada MR dan HUS

Jangan Berhenti pada MR dan HUS

50
0
HUKRIM: Setelah dilimpahkannya kasus korupsi SPPD fiktif ke Pengadilan Negeri Tipikor, dan ditahannya dua tersangka, aparat penegak hukum diminta mampu mengusut kaus ini sampai tuntas, sehingga dapat menyeret tersangka lain yang terlibat dan ikut menikmati aliran dana yang telah merugukian keuangan Negara sebanyak 2,4 miliar ini.
BERBAGI

***Penegak Hukum Diminta tak Tebang Pilih

***Usut Tuntas Skandal Korupsi SPPD Fiktif

  PURWAKARTA – Setelah dilimpahkannya kasus korupsi SPPD fiktif ke Pengadilan Negeri Tipikor, dan ditahannya dua tersangka, aparat penegak hukum diminta mampu mengusut kaus ini sampai tuntas, sehingga dapat menyeret tersangka lain yang terlibat dan ikut menikmati aliran dana yang telah merugukian keuangan Negara sebanyak 2,4 miliar ini.

Apalagi sebelumnya penyidik kejaksaan sudah pernah memeriksa 43 anggota DPRD Purwakarta perihal kasus ini.

“Secara logika, proses sistem pencairan anggaran DPRD itu kan tidak hanya Surat Perintah (SP) Sekwan, kemudian anggaran dicairkan, tentunya melalui tahapan terlebih dahulu, yaitu harus ada tandatangan SP pencairan dari pimpinan atau unsur pimpinan, kemudian tandatangan SP sekwan,” ujar Ketua LSM GMPB, Asep Saepudin kepada KBE, Selasa (13/11).

Setelah itu, dikatakan Asep, barulah kemudian anggaran bisa dicairkan melalui bendahara, lalu ke juru bayar langsung didistribusikan ke personal anggota DPRD yang penerima anggarannya.

“Penikmat anggarannya siapa?,” ujar Asep yang mengaku aneh bila hanya dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Ia meyakini, jika kasus ini serius diusut, orang yang diadili tak hanya berhenti pada dua orang saja yakni manta sekwan DPRD Purwakarta, dan mantan bendara Setwan DPRD Purwakarta.

“Kami yakin dan percaya kepada para penegak hukum akan melakukan pekerjaannya secara profesional, terlebih lagi ada jaksa penyidik baru yang asli putra daerah. Terbukti baru satu kali gebrakan, tersangka langsung ditahan. Padahal sebelumnya enam bulan kasus ini jalan di tempat,” tukas Asep.

Seperti diketahui, Dua tersangka dugaan korupsi SPPD fiktif DPRD Purwakarta tahun 2016 hari ini, dilakukan penahahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta. Kedua tersangka langsung digiring pihak kejaksaan menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kebon Waru Bandung menggunakan mobil tahanan Kejari.

Dua tersangka tersebut, yakni mantan Sekretaris Dewan berinisial MR dan mantan keuangan Dewan berinisial HUS. Diketahui keduanya sudah ditetapkan tersangka beberapa bulan lalu, hingga akhirnya hari ini kedua tersangka ditahan pihak penegak hukum.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Syahpuan, kedua tersangka berkasnya dilimpahkan dan sekligus penahanan terhadap kedua tersangka. “Hari ini dilakukan pelimpahan dan penahanan kasus SPPD fiktif DPRD Purwakarta tahun 2016,” ujarnya, di hadapan awak media, Senin (12/11). (san/bbs/mhs)