Geng Motor Samurai Beraksi di Kotabaru

Geng Motor Samurai Beraksi di Kotabaru

1194
0
JATUH KORBAN: Satu dari dua korban pengeroyokan yang dilakukan geng motor di Kecamatan Kotabaru masih dirawat di rumah sakit. NANDANG/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

 

KOTABARU – Dua remaja menjadi korban pembacokan  yang diduga dilakukan sekelompok geng motor di Warung Angkringan Jalan Ir Juanda Desa Sarimulya Kecamatan Kotabaru,Selasa tengah malam (13/6).
Kapolsek Kotabaru Iptu Asep Nugraha menyebutkan pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 01:00 WIB.

Kedua korban Bustomi (20) karyawan swasta dari identitas warga Rejadadi Desa Tambakreja Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap dan Widi Nugroho  (29), Karyawan swasta warga Jalan Kramat VII Desa Kenari Kecamatan Senen Raya Jakarta Pusat.
“Sekitar pukul 00.30 WIB setelah pulang kerja bersama teman-temanya bermaksud makan di tempat angkringan. Tiba-tiba segerombolan anak muda dengan menggunakan sepeda motor yang diperkirakan berjumlah dua puluh orang dengan membawa senja tajam langsung menghampiri kedua korban dan langsung mengeroyok kedua korban dengan menggunakan senjata tajam,” Kata Asep saat ditemui di Polsek Kotabaru, Selasa (13/6).

Akibat pengeroyokan geng motor, kedua korban di bagian dada dan kepala akibat sabetan senjata tajam samurai dan clurit, kedua korban langsung dievakuasi ke rumah sakit karya husada oleh petugas piket patroli sabhara dan piket reskrim Polsek Kotabaru.

“Petugas datang langusng ke TKP mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Karya Husada Cikampek, karena kondisinya sangat kritis luka dibagian dada dan kepala  akibat sabetan senjata tajam jenis samurai,” imbuhnya.

Pihaknya juga masih terus mendalami motif dari pelaku terkait kasus pengeroyokan terhadap ke dua korban dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP).

“Masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Kotabaru. Korban dibawa ke RS Karya Husada Cikampek karena luka yang dialaminya cukup serius dan hingga saat ini pihak keluarga korban belum membuat laporan polisi (LP),” ungkapnya.

Ditambahkan Kapolsek, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan aparatur desa setempat, guna memberikan himbauan kepada setiap warung angkringan dan tongkrongan di sepanjang jalan Ir H Juanda Sukaseuri, tidak membuka usahanya hingga larut malam.

“Sudah koordinasi dengan aparatur desa setempat untuk berikan himbauan kepada setiap pedagang. Ya maksimal tutup sampai jam 23.00WIB guna mencegah hal yang sama terulang kembali,” paparnya menambahkan.

Sementara itu di tempat terpisah, Widi Nugroho yang menjadi korban kekerasan mengaku, ia bersama Bustomi hanya berniat untuk mengisi perutnya yang kosong selepas pulang bekerja.
“Saya gak tahu mereka siapa, baru pulang kerja lalu saya lagi parkir dan temen saya lagi pesen makanan, tiba-tiba ada sekitar 10 motor yang datang dengan membawa berbagai jenis sajam,” bebernya.

Widi juga menjelaskan, kedatangan komplotan pelaku yang diduga geng motor tersebut, langsung menyerang sejumlah warga yang tengah menyantap hidangan makan malam di angkringan itu.

“Langsung pada lari, soalnya mereka pada keluarin sajam sambil berteriak gak jelas. Saya ikutan lari sama temen saya dan mereka mengejar saya lalu meminta handphone sama uang, saya bersikukuh untuk tidak memberikan barang berharga saya, tapi mereka malah ngebacokin saya sebanyak tiga kali di bagian kepala, lengan kanan dan kaki,” tutur Widi.

Selain itu, Bustomi yang mengalami hal serupa, hingga berita ini diturunkan, kondisi korban masih belum sadarkan diri dan terpaksa harus menjalani perawatan serius.Akibat korban  dibacok dengan  senjata tajam  hingga terkapar di lokasi.

“Tomi harus di operasi bagian kepalanya dan jarinya juga harus di lakukan tindakan amputasi karena luka bacokan yang sangat dalam. Seingat saya, Tomi di bacok di bagian kepala belakangnya, jari tangan, pergelangan tangan dan kaki,” tuturnya.

Dirinya juga berharap kepada pihak kepolisian untuk secepatnya melakukan penyisiran dan penangkapan terhadap para pelaku yang dirasanya sangat meresahkan warga.

“Semoga pihak kepolisian dapat cepat menangkap para pelaku geng motor yang sering meresahkan masyarakat dan memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya itu,kepada kelompok geng motor yang aksinya sudah cukup meresahkan masyarakat.

“Jika sudah main bacok dan merampas harta korban,  sudah bukan kenakalan remaja  lagi tapi kejahatan,”tandasnya. (cr55)