Beranda Daerah Purwakarta Dokter di Purwasuka Jangan “Kudet”

Dokter di Purwasuka Jangan “Kudet”

8
0
ISU MEDIS: Rumah Sakit (RS) Siloam Purwakarta terus mengedukasi para tenaga medis mengenai gejala kelainan pada saluran kemih dan genetial pria maupun wanita melalui seminar ilmah medis bertajuk Penatalaksanaan Kasus Emergensi Urologi di Ballroom Hotel Harper, Sabtu (9/3) kemarin.

RS Siloam Rutin Gelar Seminar Ilmu

PURWAKARTA – Rumah Sakit (RS) Siloam Purwakarta terus mengedukasi para tenaga medis mengenai gejala kelainan pada saluran kemih dan genetial pria maupun wanita melalui seminar ilmah medisbertajukPenatalaksanaan Kasus Emergensi Urologi di Ballroom Hotel Harper,  Sabtu (9/3) kemarin.

Acara ini dapat bertujuan mengatisipasi setiap dokter atau tenaga medis kurang update (kudet) isu medis paling mutakhir. Seminar ini pun dihadiri 120 dokter spesialis penyakit dalam dan dokter umum se-Purwakarta, Subang, dan Karawang (Purwasuka) serta menghadirkan tiga narasumber yang merupakan dokter spesialis urologi dari Siloam Hospitals Purwakarta.

Ketiganya pembicara ini yakni, Jupiter Sibarani menyampaikan materi tentang Urological Emergency pada Kasus Sirkumsisi, Joko Anom menyampaikan materi Update Penanganan Prostate Hyperplasia (BPH), Managing LUTS due to BPH”, dan terakhir, Safendra Siregar menjelaskan materi Batu Ginjal & ESWL.

Pada kesempatan ini, Direktur Siloam Hospitals Purwakarta dr Irwan Gandana MARS melalui Head of Business and Development Nita Hanjani Dewi mengatakan, seminar ilmiah ini menjadi program tahunan Siloam Hospitals Purwakarta.

“Minimal kami menyelenggarakannya (seminar ilmiah, red) dua kali dalam setahun. Untuk temanya disesuaikan dengan berbagai kasus yang banyak terjadi di masyarakat. Misalnya BPH (pembesaran kelenjar prostat, sirkumsis (khitan, red), dan batu ginjal,” katanya.

Di samping itu, kata Nita, saat ini Siloam Hospitals Purwakarta juga memiliki layanan terbarunya, yakni ESWL yang sudah ada sejak Januari 2019. “Melalui seminar ilmiah ini pula kita perkenalkan layanan terbaru Siloam Hospitals Purwakarta. ESWL atau Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy merupakan terapi batu ginjal tanpa pembedahan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pemateri, Safendra Siregar menyebutkan, ESWL merupakan prosedur non-invasif, di mana tidak diperlukan adanya pembedahan untuk penanganan batu ginjal. 

“Prosedur ini banyak digunakan dan bersifat relatif lebih aman. Efek pemecahan batu memberikan hasil yang efektif pada 80-85% kasus,” kata dia.

Lebih lanjut Safendra mengatakan, ESWL bekerja melalui transmisi gelombang ultrasonik atau hidraulik untuk menghancurkan batu melalui jaringan dan cairan tubuh, sehingga batu menjadi fragmen-fragmen batu yang lebih kecil dapat keluar spontan melalui kencing. 

“Prosedur ini memerlukan waktu yang cukup singkat sekitar 30-60 menit, dan di Siloam Hospitals Purwakarta sudah menerima pasien BPJS Kesehatan untuk tindakan ESWL ini. Ada pun periode Januari-Februari 2019, layanan ESWL ini sudah menangani 20-30 pasien,” ucapnya.

Prosedur ESWL, sambungnya, memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan prosedur lain dalam penanganan kasus batu ginjal. “Antara lain, tidak memerlukan pembedahan atau pemasukan alat ke dalam tubuh, rasa nyeri yang minimal, bahkan seringkali tidak memerlukan anestesi,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, perawatannya pun terbilang singkat, bahkan tak perlu dirawat. “Tindakan dapat diulang pada kasus batu residif dan dapat digunakan pada semua usia,” ucapnya.

Seminar ilmiah tersebut berjalan dengan interaktif. Setiap kali pemberian materi dari tiap-tiap narasumber dilakukan langsung dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.  (san/mhs)