Wabup Ingatkan Petani Tunaikan Zakat

Wabup Ingatkan Petani Tunaikan Zakat

10
0
BERBAGI

CILAMAYA KULON – Panen raya di Desa Bayurlor, Kecamatan Cilamaya Kulon, dimulai secara simbolis oleh Wakil Bupati Karawang, Ahmad ‘Jimmy’ Zamakhsyari.

Pada kesempatan itu, Kang Jimmy berpesan kepada petani di Cilamaya Kulon agar tidak melupakan ikhtiar maksimal untuk menghasilkan padi dengan kualitas terbaik. “Ikhtiar dalam dua hal, dzohir dan bathin,” ungkap Jimmy dalam sambutannya, Rabu (10/10).

Dijelaskan Jimmy, ikhtiar dzohir yang dimaksud ialah menggunakan peptisida dengan bahan terbaik. Seperti yang sudah diterapkan di Desa Bayurlor, Cilamaya Kulon.

Lanjutnya, tak kalah penting ialah ikhtiar bathin. Yaitu menunaikan zakat sesuai yang diisyaratkan oleh agama. Sehingga, kata dia, ladang padi para petani akan berlimbah keberkahannya. Dan jauh dari musibah, seperti kekeringan dan serangan hama.

“Jangan sampai panennya berapa zakatnya berapa. Wong, semua sawah kita ini milik Allah SWT. Kalau kita menyepelekan perhitungan zakat, jangan salahkan Allah Ta’ala kalau besok lusa sawah kita banyak hamanya. Inilah yang saya maksud ikhtiar bathin yang harus tetap dilakukan petani,” tuturnya.


Selain itu, Kang Jimmy juga mengaku sangat menyayangkan jika saat ini sudah jarang ada tradisi “Kalagumarang” (berburu tikus) di sawah. Padahal kegiatan tersebut merupakan tradisi yang sudah diajarkan orang tua zaman dulu, agar tanaman padi bisa diminimalisir dari serangan hama tikus.

“Alhamdulillah, saya juga keluarga petani pak. Jadi dulu saya seneng banget kalau sudah diajak ngala beurit di sawah. Dan sayangnya tradisi itu (Kalagumarang, red), kini sudah tidak ada. Tolong pak kades, semoga tradisi tersebut di sini masih ada,” kata Kang Jimmy, seraya menyapa Kepala Desa Bayurlor.

Pada kesempatan itu pula, Jimmy berpesan, agar aparat kepolisian gencar melakukan penertiban kepada calo-calo gabah, yang kerap beraksi dan mengacaukan harga gabah disana.

“Saya harap Kapolsek Cilamaya memantau terus pergerakan calo gabah. Karena, keberadaan mereka sangat mengganggu dan kerap mengacaukan harga yang merugikan petani,” pungkasnya. (wyd)