Calon Kades di Kertasari di Pungut Rp 20 Juta

Calon Kades di Kertasari di Pungut Rp 20 Juta

50
0
PILKADES : Masyarakat dan calon kepala Desa Kertasari, Keacamatan Rengasdengklok keluhkan pungutan sejumlah uang.
BERBAGI

RENGASDENGKLOK – Proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok dikeluhkan calon kades dan masarakat. Karena dimintai sejumlah uang oleh panitia 11.

Bersadarkan informasi yang berhasil diperoleh KBE dilapangan. Meskipun tak semua desa dipungut biaya, namun sebagain besar memungut dana dari calon kades mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 20 juta per orang, seperti yang terjadi di Desa Kertasari.

Seperti diungkapkan, Calon Kades Kertasari, Siska Prihartini mengaku setiap calon dimintai Rp 20 juta per calon kades. Di Desa Kertasari ada tiga calon jati total Rp 60 juta.


“Beberapa waktu yang lalu, saya bersama dua calon lainnya dipanggil panitia 11. Setelah datang memuat kesepakatan dan diminta Rp 25 juta, tapi kami bersama calon satunya merasa keberatan dengan besaran segitu. Kemudian kami kembali untuk berdiskusi dan akhirnya dikenai Rp 20 juta per orang,” ungkap Siska kepada KBE, Rabu (10/10).

Dikatakan Siska, tidak mengeluh tapi memang keberatan dengan kisaran sekitar Rp 20 juta. Tapi disisi lain guna untuk kondusifitas pemilihan kepala desa, pihaknya terpaksa menyetujui. “Namun yang jadi pertanyaan sudah ada anggaran dari pemerintah. Kami setujui, karena salah satu calon yang berduit telah menyetujuinya berkali-kali. Walaupun tadinya kami ingin bertahan dibawah kisaran Rp 20 juta,” jelasnya.

Sementara pihak panitia mengaku yang sudah bayar adalah, Calon Kades H. Hendar sebanyak Rp 20 juta. Yang lainnya belum membayar sampai saat ini, sedangkan banyak biaya yang harus di bayar. “Yang sudah di bayar TPS, ATK pantarli, pengamanan, dan lain-lain. Sedangkan anggaran yang akan diturunkan dari Pemda hanya Rp 90 juta itu ada persyaratan mutlak. Di desa ini kuotanya ada 7500, biaya sangat minus, sedangkan yng bekerja ini sampai 5 bulan,” terang anggota Panitia 11 di Desa Kertasari, Hari.

Batuan tersebut, Lanjut Hari, kalau terlalu besar tidak mungkin ada kesepakatan dari para calon kades tersebut. “Ya kalau gratis yang nyalon pasti banyak, bahkan awalnya sampai 50 orang,” ungkap Hari. (odk)