Persaingan Bisnis Berujung OTT

Persaingan Bisnis Berujung OTT

21
0
REKAM JEJAK: Terungkapnya penerbitan dokumen izin prinsip dan izin lokasi bodong untuk PT Pura memunculkan lagi sorotan persaingan bisinis antara PT Pura dengan PT Surya Cipta yang pada masa Ojan Sopandi menjadi bupati, dianakemaskan.
BERBAGI

***PT Pura dan PT Surya Cipta Adu Kuat Penguasaan Tempat

***Berlangsung Sejak Zaman Ojang hingga Imas

SUBANG – Terungkapnya penerbitan dokumen izin prinsip dan izin lokasi bodong untuk PT Pura memunculkan lagi sorotan persaingan bisinis antara PT Pura dengan PT Surya Cipta yang pada masa Ojan Sopandi menjadi bupati, dianakemaskan.

Bergantinya kursi singasana orang nomor satu di Subang, dari Ojang pada Imas Aryuminingsih (Setelah Ojang diringkus KPK), beralih pula onvestor yang dimenakan oleh Pemkab Subang. Disebut-sebut PT Pura dan PT Alfa lah yang dianakemaskan.

Bukan tanpa sebab. Pada fakta persidang terakhir, disebut-sebut Koh Asun harus membayar perlakuan menak Pemkab Subang dan segera menerbitan izin prinsip dan izin lokasi per meter dibanderol 2500 rupiah. Putra Imas, dr Arya menjadi sang pematok harga. Meski pada akhirnya izin yang diterbitkan palsu, karena lokasi diterbutkanya izin, tercatat merupaka n bagian wilayah izin lokasi yang diterbitkan untuk PT Surya Cipta.

“Waktu itu (Masa Ojang Sopandi, red) ada persaingan bisnis dua perusahan besar yang ingin menguasai lokasi di wilayah Cipendeuy yaitu, PT. Surya Cipta dan PT. Pura. Lalu PT. Pura kalah. Maka Surya Cipta yang berkuasa atas hak lokasi tanah tersebut,” kata seorang pegiat antikorupsi, Dandy menceritakan perseteruan dua perusahaan besar di Subang dari masa Ojang hingga Imas.

Seiring berjalannya waktu. Nasib apes menimpa Ojang setelah kasus korupsi dana kapitasi dibongkar KPK. Ia pun terjerat hukum kasus Tipikor.

Kursi orang nomor satu di Subang pun beraih pada Imas yang pada saat itu menjadi wakil Ojang.

“Dalam posisi ini Imas dekat dengan PT. Pura dan PT. Alfa maka cela kesempatan PT. Pura mengusai lahan tersebut dilanjutkan, apa lagi Imas jadi bupati lebih mudah mendapatkan rekomendasi,” katanya.

Hal ini pun diungkap oleh salah satu penyuap kasus perizinan yang menjerat Imas, Miftahudin DI pengadilan. Ia menyebut, sebelum Imas dilantik menggantikan Okang, ada pertemuan di Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

hal tersebut memang dibuktikan dalam fakta persidangan yang dimana sebelum imas dilantik ada pertemuan di Jakarta tepatnya di Pantai Indah Kapuk


“Waktu itu Darta (makelar perizinan, red) penawarkan izin prinsip, dan Ibu sebentar lagi jadi bupati,” ungkap Miftahudin menirukan ucapan Darta dalam persidangan Tipikor Bandung.

Pada saat itu Darta menjanjika segal pengurusan izin dapat dikondisikan olehnya yang notabene orangnya Imas, dan dapat mengatur dinas perizinan atau DPMPTSP.

“Yang saya tahu Darta orang dekat ibu, jadi saya ikut saja,” ungakap mantan Kepala DPMTSP Subang yang saat ini menjabat Kominfo Subang, Sumarna.

Dari analisis dan fakta persidangan yang sedang berlangsung, adanya penafsiran yang terungkap, kasus suap perijinan ini disinyalir ada persaingan bisnis dua perusahaan besar yang ingin menguasai Subang. (hrn/mhs)