IPPC Dituding Hambat Revitalisasi Pasar Cilamaya

IPPC Dituding Hambat Revitalisasi Pasar Cilamaya

72
0
KISRUH REVITALISASI: Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Widjojo mengingatkan Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya (IPPC) tak mengganggu proses relokasi para pedagang agar proyek revitalisasi pasar berjalan lancar. Bahkan ia menuduh para pengurus IPPC yang baru bukanlah pedagang di Pasar Cilamaya, melainkan sekolompok oknum yang mengatasnamakan pedagang.
BERBAGI

KARAWANG – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Widjojo mengingatkan Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya (IPPC) tak mengganggu proses relokasi para pedagang agar proyek revitalisasi pasar berjalan lancar. Bahkan ia menuduh para pengurus IPPC yang baru bukanlah pedagang di Pasar Cilamaya, melainkan sekolompok oknum yang mengatasnamakan pedagang.

“Itu yang menghambat IPPC. Mereka bukan pedagang,” katanya kepada KBE, Kamis (20/9) lalu.

Widjojo mengaku memiliki setumpuk dokumen bukti tandatangan dari pedagang jika mereka tak menolak direlokasi. Sebaliknya Djojo mengklaim para pedagang justru menginginkan segera direlokasi agar revitalisasi pasar segera dikerjakan.

“Disaya ada dokumen setumpuk berisi tandatangan, Mereka (IPPC, red) suruh datang saja  ke saya. Saya tahu si Topan itu,” ucap Djojo.

Sebelumnya rombongan anggota dewan komisi B DPRD Karawang yang dipimpin Danu Hamidi melakukan sidak ke tempat relokasi pasar yang terletak di Dusun Eretan, Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang. Rabu (5/9), pagi.

Ketua komisi B DPRD Karawang, Danu Hamidi menyatakan, tempat relokasi pedagang Pasar Cilamaya sangat tidak layak untuk ditempati.

“Ini memang sangat tidak layak. Benar kata Pak Topak. Tempat ini lebih cocok jadi kandang kambing,” ungkap Danu.

Pasar sementara yang rencananya akan ditempati oleh 330 pedagang dibangun di lahan yang sangat sempit dan tidak tertata rapih. Bahkan, kata Danu, pemborong terkesan sangat memaksakan memilih lokasi tersebut secara sepihak.

“Menurut pengakuan para pedagang, mereka (pemborong) secara sepihak memilih lokasi ini untuk dijadikan pasar sementara,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Danu yang didampingi anggota komis B lainnya seperti Unang Sunandang dan Nana Nurhusna Hidayat, mendengar secara langsung aspirasi dari ratusan pedagang pasar Cilamaya yang di motor Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya (IPPC) baru.


Danu menjelaskan,  anggota dewan dari Komisi B tak tinggal diam, dengan situasi pasar Cilamaya yang semakin memanas. Untuk itu, pihaknya turun gunung, agar bisa menyerap aspirasi dari masyarakatnya secara langsung.

“Intinya, para pedagang mengaku tidak akan mengganggu pembangunan. Asal nasib mereka jelas,” katanya.

Ada pun yang dimaksud jelas, kata Danu, dari harga ruko dan denah pasar harus di jabarkan secara terperinci kepada para pedagang. Pasalnya, kata Danu, hingga saat ini, para pedagang di Pasar Cilamaya mengaku belum mengetahui berapa harga rukonya, seluas apa ukurannya, seperti apa denah lokasinya dan bagaimana cara pembayarannya.

“Kami menampung semua aspirasi pedagang. Dan akan kami bahas dalam rapat khusus, mengenai solusi untuk pasar Cilamaya,” tuturnya. (wyd/mhs)