Puluhan Pedagang Protes Kebijakan Baru Sekolah

Puluhan Pedagang Protes Kebijakan Baru Sekolah

25
0
DEMO PEDAGANG : Spanduk berisi tulisan protes terhadap kebijakan baru MTs Negeri 1 Karawang, yang melarang siswa jajan di luar sekolah.
BERBAGI

CILAMAYA WETAN – Kebijakan baru yang dikeluarkan Kepala MTs Negeri 1 Karawang diprotes oleh puluhan pedagang. Dalam kebijakan baru tersebut, pihak sekolah melarang siswanya untuk jajan di luar lingkungan sekolah. Akibatnya, omset para pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan di depan gerbang sekolah, turun derastis.

Tak terima dengan kebijakan tersebut, puluhan pedagang di depan MTs Negeri 1 Karawang memasang sepanduk, bertuliskan kata-kata protes di sepanjang jalan menuju gerbang sekolah. Aksi tersebut dilakukan, sebagai bentuk ungkapan rasa kecewa dan bentuk protes para pedagang.

Salah satu pedagang di MTs Negeri 1 Karawang, Darpin (40) mengatakan, akibat siswa dilarang jajan di luar sekolah, penghasilan para pedagang menurun derastis. Padahal, kata dia, sudah puluhan tahun bahkan sejak sekolah tersebut berdiri, para pedagang berjualan di depan sekolah. Akan tetapi, setelah terjadi pergantian kepala sekolah, kini para peagang terancam gulung tikar. Karena, siswa sudah tak ada lagi yang jajan di luar sekolah.

“Setelah kepala sekolah baru menjabat banyak peraturan baru. Padahal dulu mah tidak,” ungkapnya kepada KBE, Selasa (18/9).

Sementara itu, salah satu guru di MTs Negeri 1 Karawang yang tak mau disebutkan namanya, menjelaskan kebijakan baru tersebut di buat atas dasar pertimbangan keamanan dan kontrol sekolah terhadap kenakalan para siswanya. Pasalnya, selama ini, akibat dibiarkan bebas berkeliaran saat jam istirahat, banyak pelajar MTs Negeri 1 Karawang yang bolos.


Akibat terlalu bebas di luar sekolah saat jam istirahat, banyak pelajar MTs Negeri 1 Karawang yang jadi korban penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang. “Jadi yang kami lakukan adalah meminimalisir kenakalan remaja yang sudah terjadi selama bertahun-tahun. Sebagai tenaga pendidik, kami punya kewajiban untuk menjauhkan anak didik kami, dari pengaruh buruk di luar sekolah. Apa lagi saat jam belajar,” ungkapnya.

Pihak sekolah bukan tak memberi opsi kepada para pedagang. Dijelaskannya, sebelum kebijakan baru ini dijalankan, sudah ada musyawarah dan sosialisasi kepada para pedagang. Dalam kesepakatan itu, para pedagang diberikan pilihan untuk tetap berjualan, tapi dengan catatan di dalam lingkungan sekolah. Beberapa pedagang yang merasa keberatan menolak. Hingga akihrnya, muncul spanduk protes tersebut.

“Kami inginnya masalah ini kembali diselesaikan dengan duduk bersama. Jangan seperti ini lah, malu,” ujarnya.

Lanjutnya, pihak sekolah akan segera membangun koordinasi dengan  Kasie Trantib Kecamatan Cilamaya Wetan, agar segera menurunkan spanduk-spanduk tersebut. Selain di nilai tak pantas, puluhan spanduk yang menghiasi halaman sekolah itu, dianggap mengganggu kenyamanan dan keindahan sekolah. “Kami akan bangun komunikasi denga Trantib Kecamatan. Agar spanduk itu bisa segera di cabut,” tandasnya. (wyd)