Balita Hyrosefalus Perlu Bantuan Pemerintah

Balita Hyrosefalus Perlu Bantuan Pemerintah

43
0
OPERASI LAGI : Ketua Paguyuban Ismaya, Akeu, saat mengantar balita pengidap hydrosefalus menuju RSCM untuk di operasi lagi.
BERBAGI

***Jual Benda Pusaka untuk Biaya Operasi

CILAMAYA WETAN – Balita penderita hyrosefalus asal Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, kembali harus menelan pil pahit. Untuk ke enam kalinya, Dede Selamet (1,5) menangis menahan sakit, saat tim dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, melakukan proses operasi pada kepalanya yang terus membesar.

Selamet merupakan yatim piatu, hanya mengandalkan belas kasihan orang lain untuk terus bertahan hidup. Sejak usianya satu bulan, Selamet sudah tak memiliki ibu dan bapak. Ia kemudian di asuh oleh seorang nenek jompo yang tinggal di sebuah gubuk kecil di pinggir Sungai Muara Cilamaya.

Seluruh kebutuhan Selamet selama ini, di tanggung oleh relawan yang tergabung dalam Paguyuban Ismaya. Mirisnya, balita yang sempat di bantu oleh Bupati Karawang, Cellica Nuracahadiana sebesar Rp 1,5 juta di awal-awal kunjungannya. Kartu BPJS yang dibuat atas nama Selamet itu non gratis, alias harus dibayar.

“Selama ini Paguyuban Ismaya yang menjadi relawan untuk biaya hidup dan pengobatan Selamet. Bupati hanya membantu di awal saja,” ungkap Ketua Paguyuban Ismaya, Adi Haryanto kepada KBE, Senin (17/9).

Kebutuhan hidup dan mahalnya biaya pengobatan Selamet, membuat Paguyuban Ismaya semakin kesulitan untuk memenuhi semua kebutuhannya. Oleh karena itu, akhir pekan ini, Paguyuban Ismaya akan menggelar lelang benda pusaka. Hasil penjualannya, akan digunakan untuk membayar biaya pengobatan Selamet.


“Saya mau lelang dua benda pusaka milik saya pribadi. Hasilnya untuk biaya hidup Selamet,” ujarnya.

Pemuda yang akrab di sapa Akeu ini menjelaskan, dua benda pusaka yang akan di lelang itu adalah warisan dari para leluhurnya. Dikatakannya, benda pusaka itu antara lain golok pusaka tua Sumedangan dan Keris Madiunan. “Benda pusaka ini langka dan memiliki nilai sejarah yang tinggi,” jelasnya.

Jika ada yang berminat membeli dua benda puksaka itu, Akeu menyarankan kepada para kolektor benda pusaka untuk datang langsung ke Cilamaya. “Datang saja ke Cilamaya. Terus mampir ke Paguyuban Ismaya. Di belakang pasar Cilamaya,” ajaknya.

Masih kata Akeu, hingga saat ini, belum ada lagi bantuan dari Pemda Karawang kepada Dese Selamet. Seluruh kebutuhan hidupnya, dari membeli popok, susu, setoran BPJS hingga biaya berobat di tanggung dari para relawan Paguyuban Ismaya. “Mohon maaf, bantuan dari pemerintah hanya di awal saja. Tanpa ada kelanjutan,” pungkasnya. (wyd)