Jurnalis TVRI Diteror Pejabat

Jurnalis TVRI Diteror Pejabat

34
0
INTIMIDASI: Gara-gara tidak puas dengan pemberitaan terkait defisit anggaran Pemkab Subang salah seorang jurnalis televisi yang bertugas di Subang, Hari, mendapat ancaman melalui telpon seluler. Tak tanggung-tanggung sedikitnya 15 nomor baik dikenal maupun tak dikenal yang menerornya.
BERBAGI

***Setelah Beritakan Defisit Anggaran Subang

 SUBANG – Gara-gara tidak puas dengan pemberitaan terkait defisit anggaran Pemkab Subang salah seorang jurnalis televisi yang bertugas di Subang, Hari, mendapat ancaman melalui telpon seluler. Tak tanggung-tanggung sedikitnya 15 nomor baik dikenal maupun tak dikenal yang menerornya.

Padahal dalam isi pemberitaan, dikatakan Hari, ia sudah menempuh sesuai dengan syarat dan aturan karya jurnalistik di mana Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Syawal sudah dikonfirmasi dan menjelaskan secara utuh alur kenapa Pemkab Subang mengalami defisit anggaran hingga Kas Daerah mengalami kekosongan anggaran.

Hari yang diketahui bekerja di TVRI, mengatakan proses editing tayang di TVRI sudah melewati seleksi redaksi TVRI Pusat.

“Saya diancam dan diteror di telpon sampai saya hitung ada 15 orang, dan telpon berdering sampai tengah malam, saya tidak kenal menelpon dengan nada mengancam,” ungkap Hari.

Diceritakan Hari, Kepala BPKD Subang, Syawal merasa tidak puas dengan hasil liputannya. “Dia minta diulang lagi wawancara, minta hak jawab. Padahal kemarin saya beritakan terkait Subang mengalami defisit sudah jelas saya konfirmasi langsung ke Syawal, dan Syawal sendiri menjelaskan dengan jelas ketika Saya wawancara, tapi kenapa dia minta wawancara ulang, maksudnya apa, kan aneh?,” ungkapnya.

Dalam keterangannya Hari, ia pun sempat ditelpon pejabat setingkat kepala seksi hingga kepala bidang dan orang asing yang menelpon dengan nada mengancam dan meneror.

“Bahasanya meneror, ‘masalah ini mau diperpanjangkan kang (dengan nada Kkras)?,” ungkap Hari meniru omongan ancaman dan teror di telpon.

Bahkan, dari kejadian pengancaman, Hari akan melaporkan kepada pihak hukum untuk segera menindaklanjuti Aparatul Sipil Negara (ASN) tersebut yang sudah mempunyai niat untuk mengancam dan meneror dirinya.

” Saya akan laporkan ancaman ini ke polisi,” tukasnya.


Situasi terbongkarnya defisit anggaran Pemkab Subang hingga mencapai ratusan milliar menjadi heboh di masyarakat Subang, bahkan dari kalangan aktivis pun mengaku ada temuan surat dan amplop berlogo KPK di meja Syawal.

“Waktu itu saya datang keruangan pak Syawal, dan saya lihat ada Surat dan Amplop berlambang KPK,” ungkap Ferdi pemerhati emerintahan dan politik Subang, Ferdi ketika datang  ke ruangan Syawal untuk klarifikasi masalah kabar defisit anggaran.

Dari kabar tersebut, sejumlah kalangan masyarakat  Subang menyayangkan tindakan ancaman yang dilakukan oleh pejabat Subang tersebut.

“Saya mengecam tindakan syawal dan jajaran pejabat BPKD yang sudah mengancam profesi wartawan, seharusnya  wartawan itu dilindungi bukan diintimidasi,” kata mantan Anggota Dewan Fraksi PDIP Subang, Muhammad Nurwibowo. (hrn)