Dulu Ditendang, Kini Disayang

Dulu Ditendang, Kini Disayang

60
0
SOROT: Lama tak terdengar publik luas, PT Tatar Kertabumi mulai melaksanakan pembangunan megaproyeknya di lahan yang sempat menumbalkan eks Bupati Karawang Ade Swara pada kasus tipikor, musabab pengajuan izin Surat Permphonan Pemanfaat Ruang (SPPR). Kini tak disangka izin yang dahulu sempat terganjal luasan jalan itu dinyatakan sudah disetujui atau memiliki izin termasuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
BERBAGI

 ****Pemkab Terbitkan IMB PT  Tatar Kertabumi

****Jalan Panjang Pengajuan Izin, Sempat Tumbangkan Eks Bupati

KARAWANG – Lama tak terdengar publik luas, PT Tatar Kertabumi mulai melaksanakan pembangunan megaproyeknya di lahan yang sempat menumbalkan eks Bupati Karawang Ade Swara pada kasus tipikor, musabab pengajuan izin Surat Permohonan Pemanfaat Ruang (SPPR). Kini tak disangka izin yang dahulu sempat terganjal luasan jalan itu dinyatakan sudah disetujui atau memiliki izin termasuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Dari pantaun di lapangan, pekerjaan konstruksi mulai dilakukan kendaraan berat mulai beroperasi. Untuk  Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ternyata baru-baru ini dikeluarkan. Tepatnya  4 September 2018 lalu.

Kepala bidang pengawan, pengendalian, dan pengaduan DPMPTSP, Asep Suryana, mengatakan bahwa PT. Tatar Kertabumi telah mengantongi izin dari pemerintah kabupaten Karawang.


“Izin prinsip yang pertama pada tahun 2015, untuk apartmen, hotel, mall, ruko, di area seluas 56.000 m2 atau 5,6 ha,” ucapnya kepada KBE, Jumat (14/9).

Lanjut Asur, pada tahun 2017 PT. Tatar kertabumi mengajukan perubahan izin prinsip dengan menambah perumahan dilahan 5,6 ha. Izin lokasi Yang beralamat di Jalan Raya Kertabumi, Kelurahan Karawang Kulon.

” Pada tahun 2017 IMB belum ada, pada tanggal 31 mei 2018 mengajukan IMB, dan pada 4 September 2018 kembali menhajukan IMB perubahan,” pungkasnya.

Seperti diketahui,  izin pembangunan komplek bisnis di sana menjadi ingatan kelam bagi sejumlah warga Karawang. Bukan tanpa sebab. Pada 4 tahun lalu, Ade Swara yanbg pada saat itu menjabat sebagai bupatI Karawang terjerat hukum atas kasus pemerasan yang musababnya perizinan komplek bisnis yang belakangan diketahui akan dibangun super blok Taruma City oleh PT Tatar Kertabumi yang merupakan anak perusahan PT Agung Podomoro Land.(gie)