Pameran Tunggal Aldrik di HUT Karawang

Pameran Tunggal Aldrik di HUT Karawang

27
0
PERSIAPAN : Aldrik dan Aboy Atap Langit saat menyiapkan lukisan untuk pameran tunggal
BERBAGI

CILAMAYA WETAN – Hari paling bersejarah bagi Aldrik Abizar Saefaturrahman akhirnya tiba. Untuk pertama kalinya, pelukis cilik Karawang akan menggebrak dunia dengan menggelar pameran lukis tunggal, yang dilaksanakan dalam rangkaian HUT Karawang ke 385.

Hari ini, Aldrik si bocah sejuta warna akan menjadi balita pertama di dunia yang bisa menggelar pameran seni tunggal. Aldrik akan mematahkan rekor milik Aelita Andre asal AS, yang menggelar pameran tunggal pada usia 5 tahun.

Puluhan lukisan karya Aldrik akan dipamerkan pada malam puncak perayaan HUT Karawang. Meskipun di konsep sederhana. Pameran tunggal Aldrik di perkirakan akan menyedot perhatian jutaan pasang mata.

Menurut Ade Saefaturrahman, ayah dari Aldrik menjelaskan, pameran Aldrik akan diselenggarakan selama tiga hari. Bertempat di Plaza Pemda Karawang, grand opening pameran seni tunggal Aldrik dijadwalkan hari ini, mulai Pukul 19:00 WIB.

“Jumlah luksian yang dipamerkan ada 38 berukuran sedang dan 5 ukuran besar. Jadi, ketika digabungkan akan membentuk angka 385 sesuai usia Kabupaten Karawang,” ungkap pria yang akrab dipanggil Aboy kepada KBE, Kamis (13/9).

Aboy menjelaskan, pameran seni lukis Aldrik akan di bingkis bagaikan pameran seniman profesional. Bahkan, dalam pameran itu lukisan Aldrik akan di banderol dengan harga yang cukup fantastis. Yaitu, mulai dari Rp 1,5 juta hingga 5 juta rupiah.

“Aldrik juga akan melakukan demo lukis. Tujuannya, agar apresiator percaya jika karya yang di pajang adalah murni karya Aldrik. Nantinya, lukisan hasil demo itu akan di lelang,” jelasnya.

Sama seperti pameran lukis profesional, kata Aboy, Pemda Karawang yang bertindak selaku EO di acara Pameran Tunggal Aldrik, akan mendatangkan ratusan apresiator. Mereka merupakan para pejabat Muspida, Muspika, Kadis dan seluruh unsur Pemerintahan Karawang.

“Saya hanya berharap lukisan dede di apresiasi dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Karawang. Dalam pameran itu, Aldrik sendiri tak ada target khusus,” katanya.

Lanjut Aboy, hasil penjualan lukisan Aldrik dalam pameran. Nantinya akan digunakan untuk membangun Majsli Atap Langit. Sebagai tempat belajar mengaji dan mengasah bakat seni anak-anak di pesisir Karawang.

“Majelis Atap Langit terbuka untuk semua. Jika ada yang ingin belajar di Majelis Atap Langit, Aboy siap,” ujarnya.

Aboy berharap, selama pameran Aldrik berlangsung, tidak ada kendala apapun. Ia akan sangat bersyukur, jika karya Aldirk sold out dalam pameran pertamanya. “Jika sukses, bukan nama Aldrik saja yang harum. Tapi Kabupaten Karawang akan jadi sorotan,” pungkasnya. (wyd)