Anggaran Defisit, Syawal Hilang

Anggaran Defisit, Syawal Hilang

68
0
SOROT : Defisit anggaran yang sedang menerpa Pemkab Subang membuat timbulnya pelbagai masalah. Bahkan sejumlah kalangan menyindir Pemkab Subang bangkrut. Rentetan hal ini berimbas menghilangnya Kepala Badan Pengelolaan keuangan Daerah (BPKD) Subang, Syawal
BERBAGI

***Ating: Saya tak Tahu Dia di Mana

SUBANG – Defisit anggaran yang sedang menerpa Pemkab Subang membuat timbulnya pelbagai masalah. Bahkan sejumlah kalangan menyindir Pemkab Subang bangkrut. Rentetan hal ini berimbas menghilangnya Kepala Badan Pengelolaan keuangan Daerah (BPKD) Subang, Syawal.

Ia sudah lama tak terlihat ngantor. Bahkan saat KBE mencoba bertanya pada setiap PNS yang bertugas di BPKD, tidak ada yang tahu keberadaan Syawal.

“Pak Syawal lagi ada rapat di bandung,” dalih salah seorang ASN yang bekerja di BPKD.

Jawaban ASN di BPKD sangat beragam. Tak hanya yang menjawab keberadan Syawal di Bandung, pun juga ada yang mengatakan ia sedangan kunjungan kerja ke Jakarta.

Terbongkarnya kondisi defisit anggaran di Pemkab Subang setelah Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) RI menyatakan anggaran Pemkab Subang lebih banyak pengeluaran dibanding pemasukan. Tak tanggung-tanggung nilai defisit yang saat dialami oleh Pemkab Subang tembus di angka 146 milliar

 

Bahkan Plt Bupati Subang, Ating Runatim pun tidak mengetahui keberadaan Syawal, meski ia pun mengaku berkali-kali sempat mencoba menghubungi, namun tak membuahkan hasil.

“Saya tidak tau ada di mana dia. Tidak bisa dihubungi,” Kata Ating

Ating menjelaskan, defisit anggaran terjadi karena adanya kesalahan dari Pemkab Subang dan DPRD karena telah memasukan Silpa 2018 sebesar 300 miliar.

“Padahal jumlah itu baru asusmsi, namun malah dimasukan. Padahalkan Silpa itu baru bisa muncul setelah setelah audit BPK,” kata Ating.

Ating menegaskan, permasalahan Silpa yang menjadi defisit anggaran di APBD Perubahan 2018 ini, tentunya akan menjadi preseden buruk bagi Pemerintahan Kabupaten Subang, di mata masyarakat.

“Persoalan defisit anggaran ini akan menjadi preseden buruk bagi pemerintahan saya,” tuturnya. (hrn)