Pabrik Penggilingan di Cikopo Tak Punya Izin

Pabrik Penggilingan di Cikopo Tak Punya Izin

44
0
PENGOLAHAN: Tumpukan rempah-rempah yang tersimpah di pabrik penggilingan di daerah Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari.
BERBAGI

PURWAKARTA – Pabrik penggilingan rempah-rempah yang memproduksi kebutuhan bumbu masakan di Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, disinyalir belum mengatongi izin resmi.

Sedangkan berdasarkan keputusan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Bahwa setiap produksi makanan, minuman dan obat-obatan harus memiliki ijin dari Departemen Kesehatan (Depkes) dan harus memiliki izin produksi. Walaupun itu bentuknya adalah industri rumahan (home industry)

Menurut Teguh, yang mengaku sebagai pengusaha gilingan bumbu masakan, mengaku bahwa usahanya belum mengatongi izin dari manapun. Namun, hanya usahanya menggunakan izin lingkungan RT setempat.

Adapun jenis gilingan bumbu masakan yaitu diantaranya, bawang putihk Kunyit, jahe, dan jenis rempah lainnya. Namun produksi perhari mencapai kwintal dan pemasaranya meliputi Purwakarta, Karawang dan sekitarnya.

Produksi bumbu masakan yang dimiliki Teguh, apakah sudah memenuhi standar yang sudah ditentukan pemerintah melalui BPOM,?. Kalau belum, tentu saja hasil produksi jenis untuk makanan, akan dapat mengancam kesehatan masyarakat bahkan jiwa.

“Usaha gilingan bumbu ini sama dengan usaha gilingan padi. Coba tanya usaha gilingan padi pake izin enggak,” tandas Teguh kepada KBE, kemarin.

Sementara itu, salah seorang aktivis Purwakarta, Frieliyanto mengatakan, yang namanya usaha berbentuk apapun tetap harus memiliki perizinan. Bahkan ini memproduksi makanan, bagaimana bisa menjamin hasil produksinya baik untuk di konsumsi masyarakat. Kalau perusahaan tersebut masih belum memiliki ijinnya.

“Seharusnya pemerintah daerah harus segera turun tangan. Agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, apalagi sudah menyangkut terjadinya pelanggaran Perda. Satpol PP harus segera menertibkan pengusaha tersebut, jangan sampai pengusaha tersebut ingin untung. Tapi menyepelekan aturan dan itu sudah gak bener,” pungkasnya. (san)