BPJS Ketenagakerjaan Cikarang Beri Santunan 24 Juta untuk Soemantri

BPJS Ketenagakerjaan Cikarang Beri Santunan 24 Juta untuk Soemantri

36
0
BERBAGI

CIKARANG– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) pedagang warga Kampung Kobak Bitung RT 03/RW01 Sertajaya Cikarang Timur. Santunan JKM diberikan kepada ahli waris Almarhum Soemantri yang merupakan salah seorang pedagang yang meninggal dunia karena sakit.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang, Ahmad Fathoni menyerahkan langsung santunan kepada istri almarhum. Santunan JKM yang diberikan senilai Rp 24 juta.

“Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen kami terhadap kesejahteraan para pekerja. Tidak mengenal baik itu pekerja formal maupun informal, baik itu yang sudah lama mendaftar bahkan yang baru terdaftar sebagai peserta selama satu minggu saja jika memang dia terkena resiko kerja atau saat diluar rumah, maka kami akan meng-cover,” kata Ahmad Fathoni.

Ahmad Fathoni menuturkan almarhum Soemantri tercatat aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan BPU. Ia berhak mendapatkan santunan Jaminan Kematian seperti program yang diikutinya.”Yang bersangkutan tercatat sebagai peserta BPU,dimana almarhum meninggal setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit,dan meninggal di rumah.Saat meninggal usia almarhum 41 tahun,”ungkap Ahmad Fathoni saat menyerahkan santunan kepada ahli waris yang diterima langsung Omih istri almarhum.

Sesuai amanat UU No. 24 Tahun 2011 BPJS Ketenagakerjaan selaku Badan Penyelenggara Jaminan Sosial wajib memberikan perlindungan terhadap risiko sosial ekonomi yang mungkin dialami oleh tenaga kerja. Per 1 Juli 2015 BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan 4 Program yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP). Kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan dikategorikan Penerima Upah (PU) dan Bukan Penerima Upah (BPU).

“Dengan diserahkan santunan kepada ahli waris tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran dari semua golongan baik itu pekerja formal atau non formal termasuk pedagang tentang pentingnya manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya. (dri)