Di Jatiluhur Seragam Tak Perlu Baru

Di Jatiluhur Seragam Tak Perlu Baru

46
0
SERAGAM SEKOLAH: Para pelajar di Kecamatan Jatiluhur diimbau tidak membeli seragam baru saat tahun ajaran baru.
BERBAGI

PURWAKARTA – Bagi orang tua murid, sudah biasa direpotkan berbagai biaya pengeluaran, seperti seragam sekolah dan biaya lainya yang bisa menyertai setiap tahun ajaran baru.

Meski berat, tapi harus dirasakan para orang tua siswa demi sang anak agar bisa mengenyam pendidikan.

“Terus terang terkadang kita pusing saat momen tahun ajaran kita harus beli seragam dan perlengkapan sekolah. Ini pengeluaran yang repot, ” keluh Asep Sopandi, orang tua siswa di Jatiluhur, pada KBE (11/08).

Adanya keluhan orang tua siswa ini membuat Rahayuana Setiawan, selaku Kepala UPTD SD dan TK di Kecamatan Jatiluhur angkat bicara.

Menurutnya,  untuk kebijakan di wilayah Jatiluhur terkait pakaian seragam tidak harus beli yang baru namun pakaian sekolah bisa memakai seragam bekas kakaknya yang bisa dipakai oleh adiknya. Hal ini untuk mengurangi pemborosan dan bisa mengurangi beban orang tua siswa.

“Orang tua siswa tidak usah khawatir karena untuk kebijakan di wilayah Jatiluhur saya lebih sepakat kalau seragam tidak harus baru atau diganti. Tapi pakai tetap modelnya tidak diubah bekas kakak kelasnya bisa dipakai adiknya, ” ujar Rahayuana  pada KBE di ruang kerjanya (10/08).

Rahayu menambahkan, untuk wilayah Jatiluhur yang terdata SD berjumlah 30 sekolah, sudah diterapkan pakaian seragam dan tidak ada pergantian model, namun tetap memakai yang sebelumnya.

Selain itu untuk biaya sekolah di sekolah dasar sudah digratiskan karena sudah dibiayai oleh pemerintah dengan adanya anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

” Saya jamin di wilayah Jatiluhur tidak ada lagi pungutan liar, karena sekolah sudah ada anggaran BOS. Jika ada sekolah melanggar pasti ditindak tegas,” tandas Rahayu. (san)