Unsika Tanam 500 Pohon Mangrove

Unsika Tanam 500 Pohon Mangrove

195
0
KONSERVASI : Sebanyak 162 mahasiswa UNSIKA sedang menanam bibit mangrove di pesisir Pantai Cilamaya.  WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

Fan Camp, Edukasi sambil Rekreasi

CILAMAYA WETAN-Mengambil tema rekreasi, edukasi dan konservasi. Sebanyak 162 mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menanam 500 bibit mangrove di kampung nelayan Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Minggu (13/5) pagi.

Ketua Kelompok Kreasi Alam Bahri, Tayanto, selaku pengurus hutan mangrove muara Tangkolak menjelaskan, 500 bibit mangrove yang ditanam mahasiswa UNSIKA dari fakultas Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) terbagi menjadi dua jenis yang tersebar di lima hektare lahan konservasi muara Tangkolak.

“Ada dua jenis mangrove yang ditanam, yaitu Risopora dan Amapisena atau api-api,” ungkap Tayanto kepada KBE, Kemarin.

Masih kata Tayanto, kehadiran UNSIKA di muara Tangkolak bukan kali ini saja. Dikatakannya, beberapa tahun yang lalu mereka juga turut andil menanam mangrove di hutan konservasi yang di kelola oleh Kreasi Alam Bahari itu.

“Sudah dua kali UNSIKA menanam mangrove di sini,” tandasnya.

Tayanto berharap, dengan banyaknya instansi dan universitas yang ikut andil merawat serta menanam mangrove di hutan konservasi muara Tangkolak, ia berharap, ketebalan hutan mangrove di muara Tangkolak kembali seperti dulu.

“Inginnya hutan ini kembali tebal seperti dulu, mudah-mudahan dengan kerja sama yang baik ini, harapan kami bisa terwujud,” harapnya.

Sementara, salah satu dosen UNSIKA, Nana Suryana menambahkan, potensi sumber daya alam serta keindahan bawah laut muara Tangkolak menjadi alasan utama, ia beserta tim memilih Kampung Tangkolak, Desa Sukakerta sebagai tempat konservasi sekaligus pembelajaran bagi mahasiswanya.

“Acara ini diadakan sehari semalam, tanya Fun Camp, kita belajar langsung dari ahlinya bersama Kreasi Alam Bahari,” ujarnya.

Nana mengatakan, bersama Kreasi Alam Bahari ratusan mahasiswa UNSIKA diberi banyak edukasi tentang mangrove. Mulai dari cara penanaman, merawat hingga tumbuh, serta fungsi mangrove di kehidupan.

“Alasan lain kami pilih muara Tangkolak, karena di sini ada Kreasi Alam Bahari,” pungkasnya. (wyd)