Peneror Klenteng Pernah Ngancam Bom Pospol

Peneror Klenteng Pernah Ngancam Bom Pospol

100
0
BERBAGI

KARAWANG- Vihara atau Klenteng Bio Kwan Tee Koen, Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Senin (12/2) bukan satu-satunya objek teror bom oleh DP alian Daeng.  Ia juga sempat melakukan alsi serupa kepada petugas kepolisian di Pos Polisi menjelang Natal 2017 lalu.

“Setelah kami mendalami keterangan pelaku, ternyata dia pernah mengancam Pospol Johar dengan teror terhadap kepolisian. Meskipun dipastikan pelaku ini tidak terafiliasi dengan kelompok teroris tertentu,” ujar Kapolres Karawang, AKBP Hendy Febrianto Kurniawan, kepada KBE, Selasa (13/2) di lapangan Karangpawitan.

Lanjut Kapolres, surat ancaman yang di Pospol Johar, identik dengan tulisan pelaku yang sama tulisan di rumahnya. Kemudian pihaknya akan mengirimkan dan mencocokan tulisan tangan pelaku ke tim ahli forensik Mabes Polri.


“Untuk kondisi kejiwaan pelaku, kami akan melakukan pemeriksaan dalam waktu dekat ini. Namun saat diperiksa, pelaku bisa menjawab pertanyaan dari penyidik dengan lancar.  Motif pelaku melakukan teror ke Pos Polisi Johar karena ketidak simpatian yang bersangkutan kepada Polisi. Belum tahu sebabnya apa masih perlu kami dalami,” ungkapnya.

Kapolres mengatakan, hal lain yang menguatkan pihaknya soal keterkaitan pelaku dengan aksi teror di Pos Polisi Johar, sementara didapat dari tulisan buku yang isinya, ” Dadang Purnama, jangan pernah takut dikejar kejar hutang, karena yang menagih-nagih hutang yaitu Iblis terkutuk, yaitu adalah Kepolisian yang masih dibodohi sama UANG. HUkum udah gak berlaku dimata DADANG PURNAMA. POLISI PENJAJAH NKRI”. Melihat bukunya, diduga tulisan itu dibuat DP pada 4 September 2017 lalu.

Sementara, pelaku DP sempat mengelak dirinya meneror pos polisi. Namun, saat disodori fakta tulisan yang ada di buku miliknya, dirinya tak menolak sempat mendapat pengalaman tidak menyenangkan dengan petugas Polantas.

“Saya pernah ditilang, pas mau diajak damai dan dikasih uang, Polisi nya malah nepuk kepala saya,” kata Dadang, saat ditanya sesaat sebelum dibawa petugas ke Mapolres Karawang, Senin (12/2) kemarin. (rie)