Waspada Virus dan Bakteri saat Hujan

Waspada Virus dan Bakteri saat Hujan

140
0
BERBAGI

RS KARYA HUSADA CIKAMPEK

Mengapa ada istilah penyakit musim hujan?

Pengaruh cuaca di musim hujan menyebabkan munculnya virus, bakteri, parasit yang punya media air sebagai perantara.

Contohnya, demam berdarah, nyamuk gampang bertelur karena banyak air tergenang. Padahal, saat musim kemarau genangan air hampir tidak ada. Otomatis yang kena sakit pun sedikitBegitu juga dengan diare disebabkan karena adanya perantara air kotor.

Kondisi banjir membuat kuman perantara menjadi mudah berkembang biak. Ditambah lagi dengan cuaca atau udara dingin,penyakit seperti asma akan mudah kambuhYang utama untuk mencegah penyakit musim hujan  “Harus menjaga kebersihan dalam segal hal. Mulai dari mencuci tangan setiap usai melakukan kegiatan, terutama bagi ibu rumah tangga yang memasak di dapur. Bukan hanya pada saat makan saja, tapi juga ketika menyuapi anak. Yang paling penting cuci tangan menggunakan sabun setelah buang air besar atau kecil.”

Perhatikan juga lingkungan di sekitar rumah.

Diusahakan jangan sampai ada air tergenang. Kalaupun ada, segera tutup bagian tersebut. Kaleng-kaleng bekas segera dibersihkan dan simpan dalam posisi terbalik, supaya nyamuk tidak berkembang biak dengan cepat Meski penyakit musim hujan berupa influenza sulit dicegah, tapi bisa disiasati dengan daya tahan tubuh yang baik, makan dan minum sesuai prinsip gizi seimbang, serta cukup tidur.

Pada saat terjadi banjir dan harus melewati genangan air, segera mencuci kaki agar tidak mudah kena penyakit. Memang yang terkena penyakit adalah pasien yang berkontak dengan hal-hal kotor, misalnya petugas sampah. Jadi, jika sudah tahu paparannya lebih banyak, harus benar-benar ekstra bersih.

Demam berdarahnya pun yang tipenya berat, begitu juga dengan influenza. Sedangkan pasien yang terkena diare dan leptospirosis juga akan banyak saat musim banjir.

Berikut beberapa penyakit yang akan muncul saat musim hujan serta penanganannya.

1. Demam Berdarah (DBD) Gejala

Mengalami demam tinggi, otot-otot terasa pegal, bagian belakang mata terasa pegal, batuk pilek, sakit tenggorokan.

Penyebab
Disebabkan virus dengue dan menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD tidak bisa menular langsung dari seseorang ke orang lain tanpa perantara nyamuk tersebut.

Pengobatan

Bisa langsung melakukan cek darah dan pengobatan tidak memerlukan antibiotik.
●Jika hematokrit (sel darah merah) tidak naik atau trombositnya tidak di bawah 100 ribu, pasien tidak perlu rawat inap. Biasanya perawatan di rumah sakit berlangsung selama 5 hari. Begitu trombositnya kembali naik di atas 50 ribu, pasien diizinkan pulang.
2. Influenza Gejala

Kepala sakit, demam tapi tidak terlalu tinggi, flu, batuk-batuk dan badan terasa lemas.

Penyebab
Penyakit ini mudah menular terutama pada saat daya tahan tubuh tidak bagus. Yang melakukan kontak dengan orang yang terkena influenza juga akan gampang tertularpenyakitnya. Jarak tular selama 2 hari sampai 1 minggu setelah terjadi kontak.

Pengobatan
● Tidak ada pemeriksaan laboratorium khusus karena lebih ke terapi suportif (pendukung). Atau sampai daya penyembuhan pasien berfungsi untuk meniadakan kebutuhan perawatan lebih lanjut.

Minum yang banyak dan istirahat yang cukup. Tidak memerlukan antibiotik. Minum obat sesuai keluhan, pusing minum obat pusing, begitu juga jika demam.
3. Penyakit Infeksi Seperti Disentri dan Diare Gejala

Diare, disentri, biasanya disertai darah dan ada lendir, mencret disertai nyeri perut, mual, muntah.

Penyebab
Penyebabnya virus dan bakteri, namun yang paling sering penyebabnya karena virus. “Pada musim hujan biasanya banyak genangan air yang menyebabkan makanan menjadi tidak bersih karena tercemar kuman-kuman penyakit.

Pengobatan
● Tidak perlu melakukan pemeriksaan darah

Makan dan minum yang cukup dan menyehatkan, serta minum oralit.
●Jika mengalami disentri yang disebabkan bakteri shigella, amoeba maka harus memakai antibiotik.
Biasanya pada disentri, mencret disertai demam dan nyeri perut. Pasien kadang harus dirawat karena frekuensi buang air besarnya sangat sering.
4. Leptospirosis Gejala

Demam, nyeri otot terutama otot daerah betis, mata merah, mual, muntah, mata berwarna kuning. Bahkan yang lebih parah bisa mengalami gagal ginjal karena kuman merusak pembuluh darah ke ginjal atau masuk ke jaringan ginjal.

Penyebab
Penyakit ini disebabkan bakteri leptospira yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Menularnya lewat kencing binatang, misalnya tikus, yang bisa membawa bakteri leptospira.

Sangat penting menjaga kebersihan rumah, karena pada saat banjir datang air banjir bisa membawa bakteri tersebut jika rumah dalam kondisi kotor.

Bakteri bisa masuk ke kulit atau lewat mulut.”

 

Pengobatan
● Jika gejala masih ringan bisa dilakukan rawat jalan . Namun, jika sudah berat sampai mata berwarna kuning, mual, muntah, harus dirawat dan memakai antibiotik.
● Lewat pemeriksaan darah akan ketahuan penyebab penyakitnya.

 

5. Asma dan Alergi Gejala

Batuk, sesak, napas pendek, tersengal-sengal dan napas yang berbunyi “ngik ngik”, bersin-bersin.

Penyebab
Hati-hati, udara dingin di musim hujanmembuat asma bisa kambuh. Alergi pun demikian. Misalnya, alergi rhinitis yang disebabkan alergi terhadap unsur seperti debu, kelupasan kulit hewan tertentu, dan serbuk sari.

Pengobatan
Bagi penderita asma pakailah obat semprot. Sedangkan yang alergi sebisa mungkin hidungnya dilembapkan memakai uap hangat. (die/rls-rskh)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY