Perahu Terbelah Dihantam Ombak Besar di Tengah Laut

Perahu Terbelah Dihantam Ombak Besar di Tengah Laut

61
0
BERBAGI

24 Jam Terombang-ambing, Empat Nelayan Cilamaya Terselamatkan Kapal Pertamina

Nasib nahas hampir dialami dialami 4 nelayan asal Kampung Tanah Timbul, Desa Muara Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, yang tenggelam akibat perahu yang ditungganginya terbelah diterjang ombak besar. Beruntung, keempat nelayan tersebut selamat, usai ditemukan oleh kapal besar milik Pertamina.

Wahyudi, Cilamaya Wetan

KEJADIAN karamnya kapal nelayan tersebut bermula pada Sabtu, (27/1) keempat nelayan tersebut pergi melaut dengan alat tangkap pancing lengkap. Keesokan harinya, perahu nelayan tersebut dihantam badai dan terbelah menjadi dua, pada minggu (28/1) sekitar pukul 14:00 WIB.

Sempat terombang-ambing selama 24 jam di tengah laut, Senin (29/1) sekitar pukul 16:30 WIB, keempat nelayan tersebut ditemukan oleh kapal besar milik Pertamina dan dievakuasi sampai malam hari. Dijelaskan Kasat Polairud, empat korban itu ditemukan selamat dalam kondisi lemas memegang bangkai perahu mereka yang sudah terbalik.

“Lokasinya ada di laut tengah, itu sudah berada diperbatasan Subang. Saat ditemukan, mereka dalam kondisi lemas tapi belum pingsan. Memegang sekuat tenaga tiang-tiang kapal mereka yang tenggelam. Beruntung semuanya selamat,” jelas Kasat Polairud Polres Karawang, AKBP Z. Sitorus pada KBE, Kamis (1/2) usai melaksanakan patroli laut.

Masih kata dia, keempat korban tersebut atas nama, Taryana (51),  Asep (35),  Rohmat (38), dan Tarkim (40) semuanya merupakan warga Kampung Tanah Timbul, Desa Muara Cilamaya, Kecamatam Cilamaya Wetan.

Usai kejadian tersebut, Polairud Polres Karawang terus meningkatkan intensitas giat Patroli mereka. Pasalnya, cuaca diawal bulan Februari ini sangat ekstrem. Ketinggian ombak mencapai 2 meter dan kecepatan angin sangat tinggi.

Sitorus menghimbau, seluruh nelayan dipesisir pantai Karawang agar mewaspadai cuaca ekstrem dan ketinggian gelombang di bulan Februari ini. Dikatakannya, cuaca buruk ini akan berakhir sekitar awal bulan Maret 2018 mendatang.

“Kami himbau kepada nelayan untuk waspada cuaca ekstrem,” ujarnya.

Sementara, ditemu KBE dikediamannya, salah satu nelayan yang sempat terombang-ambing di lautan selama 24 jam,  Taryana, mengaku bersyukur ia bersama ketiga rekannya masih diberi kesempatan untuk hidup. Dijelaskannya, perahu yang ia tumpangi diterjang badai dan dihantam ombak-ombak besar sehingga terbelah dua.

“Saya sangat beryukur, terimakasih Prrtamina dan Polairud yang sudah menyelamatkan nyawa kami,” ucapnya.  (wyd)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY