Ratusan Anak Kurang Gizi Terima PMT

Ratusan Anak Kurang Gizi Terima PMT

66
0
ODAH ROSDIANA, Programer Gizi UPTD Puskesmas Sukatani.
BERBAGI

CILAMAYA WETAN-Ratusan anak kurang gizi di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang mengandung 10 vitamin dan 7 mineral. PMT tersebut dibagikan sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit gizi buruk.

Programer Gizi UPTD Puskesmas Sukatani Odah Rosdiana mengatakan PMT mulai diberikan kepada balita diwilayah kerja Puskesmas Sukatani sejak akhir Desember kemarin,  karena PMT buat Balita dan ibu hamil ini baru turun ke Puskesmas pada bulan Desember lalu.  Pihaknya, menerima 311 karton bagi balita yang kurang gizi di Desa Sukatani, Rawagempol Kulon, Rawagempil Wetan, Sukakerta dan Muarabaru.

“Stok makanan berupa biskuit tersebut cukup dikonsumsi selama tiga bulan untuk satu orang balita usia 6 bulan sampai 59 bulan,” ungkap Odah kepada KBE, Selasa (30/1).

Masih kata dia, setiap dua minggu sekali, anak yang kurang gizi itu terus dichek perkembangan berat badan, tinggi badan dan lainnya. Karena stok PMT dengan kandungan 10 vitamin dan 7 mineral ini, diperuntukan bagi balita untuk dikonsumsi selama tiga bulan kedepan.

Odah menambahkan, gizi itu ada tiga kategori yaitu dilihat dari berat badan per umur, tinggi badan per umur dan berat badan per tinggi badan. Hasilnya, akan nampak apakah balita tersebut sangat kurus, kurus dan kurang gizi.

Jika sampai terdeteksi lewat rumus tersebut, maka harus di cek, diagnosa oleh dokter Puskesmas, bisa jadi lambatnya pertumbuhan berat dan tinggi badan anak itu akibat penyakit penyertanya. Seperti Tubercolosis (TBC), flek atau cacing.  “Balita yang memiliki penyakitnya kronis biasanya nafsu makan sangat kurang, maka yang terdeteksi gizi kurang bisa didiagnosa oleh dokter Puskesmas,” katanya.

Ada program khusus, untuk program penyakit balita sulit tumbuh di Puskesmas seperti TBC dan Flek bisa juga dikoordinasikan dengan KIA. Ada manajemen balita cepat terpadu di Puskesmas. Setelah diperiksa akan dikonsultasikan ke dokter Puskesmas, diobati dan dikoordinasikan dengan keluarganya untuk pengobatan lebih lanjut.

Kita ada program manajemen balita cepat terpadu untuk mengantisipasi gizi kurang, dan masyarakat pun jangan ragu melapor ke Puskesmas,”pungkasnya. (wyd)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY