Kesehatan Gigi Cerminan Kesehatan Tubuh

Kesehatan Gigi Cerminan Kesehatan Tubuh

354
0
BERBAGI

Oleh : drg. Dwi Nur Hapsariningsih

Dokter RS Karya Husada Cikampek

Kesehatan Gigi dan Kesehatan Masyarakat

PADA umumnya, masyarakat masih menganggap remeh sakit gigi. Kalau sakitgigi sedang menyerang maka alam bawah sadar kita langsung ingat iklan obat sakit gigi. Yang penting sembuh sakitnya tanpa ditindaklanjutin ke dokter gigi. Banyak faktor yang menyebabkan pada umumnya masyarakat malas atau enggan untuk merawat giginya ke dokter gigi, diantaranya  karena perasaaan takut akibat trauma ke dokter gigi, tidak mengetahui efek atau dampak negative dari kesehataan gigi dan mulut yang buruk sehingga merasa tidak penting untuk merawat kesehatan gigi dan mulut.

Penyakit gigi dan mulut yang sering menyerang manusia adalah karies (gigi berlubang), kerusakan ini dapat ditemukan pada semua jenis umur. Di Indonesia karies gigi masih menjadi masalah paling sering terjadi pada penyakit gigi dan mulut. Penyebab timbulnya masalah kesehataan gigi dan mulut pada masyarakat salah satunya adalah faktor perilaku atau sikap mengabaikan kebersihaan gigi dan mulut.

Kesehataan Gigi dan Mulut

Gigi merupakan satu kesatuan dengan anggota tubuh kita yang lain. Kerusakaan gigi dapat mempengaruhi kesehatan anggota tubuh lainnya, sehingga akan menggangu aktivitas sehari-hari. Salah satu faktor yang dapat merusak gigi adalah makanan dan minuman, ada yang menyehatkan gigi da nada pula yang merusak gigi. Mulut bukan sekedar untuk pintu masuknya makanan dan minuman, tetapi fungsi mulut lebih dari itu dan tidak banyak yang mengetahui. Mulut merupakan bagian yang penting dari tubuh kita dan dapat dikatakan baha mulut adalah cerminan dari kesehataan umum karena banyak penyakit umum mempunyai gejala-gejala yang dapat diliat dalam mulut.

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian tidak terpisahkan dengan kesehatan pada sistem organ tubuh lain (kesehatan sistematik). Karena lapisan gigi terdiri dari lapisan email, dentin, pulpa, dan jaringan perapikal, dimana di dalam jaringan pulpa terdapt serabut saraf dan pembulu darah yang dapat menyebarkan kuman atau bakteri ke system organ tubuh lainnya. Nmun hingga kini kesehatan gigi dan mulut masih belum menjadi perhatian utama. Akibantnya, gigi berlubang atau karies menjadi masalah umum yang dihadapi sebagian besar masyarakat. Padahal penyakit gigi dan mulut menjadi gerbang munculnya berbagai penyakit.

Sakit gigi mungkin sudah dianggap biasa oleh sebagian besar masyarakat. Namun masyarakat masih belum banyak yang menyadari bahwa sakit gigi bisa menjadi penyebab penyakityang lain yang tidak ringan, sepertipenyakit janung, stroke, dan lainnya.

Rasullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah orang yang memperhatikan kebersihan dan kesehatan giginya. Islam mengajurkan menjaga kesehataan gigi. Islam adalah agama jasmani dan rohani. Ibadah tidak berjalan baik dan khusyuk apabila gigi sesorang sakit. Khusyuk tidak didapat apabila ada sisa makanan atau karang gigi didalam mulut. Tidak nikmat bersilaturahimapabila mulut bau akibat gigi berlubang.

Kesehataan Gigi dan Kesehtan Jantung

Munculnya sakit gigi bisa disebabkan beraneka ragam seperti pola makan hingga disebabkan kurangnya perawatan gigi dan mulut.

Gigi yang dicabut biasanya berasal dari karies (gigi berlubang) yang dibiarkan terlalu lama. Sehingga, hampir seluruh mahkota gigi hilang. Karies ini merupakan hasil dari proses demineralisasi pada jaringan keras gigi. Penyebab karies terdiri dari beberapa faktor yang saling terkait. Diantaranya, bakteri (yang paling berperan ialah Streptocuccus mutans) dan substrat (terutama gula)yang menempel pada gigi dalam waktu yang lama.

Pada awalnya, karies tidak menyebabkan nyeri. Hingga lubang semakin besar dan mengenai saraf yang berada pada jaringan pulpa. Inilah yang menyebabkan nyeri pada gigi.

Rasa nyeri ini sangat menganggu karena mempemgaruhi derajat kesehataan, proses tumbuh kembang, produktivitas kerja, bahkan prestasi anak. Selain itu, berakibat wawan kekurangan  gizi karena rasa nyeri tersebut menurukan selera makan. Kemampuan belajar dan bekerjapun akan menurun.

Penyebaran penyakit dari gigi ke organ tubuh lain dapat dijelaskan lewat teori Fokal Infeksi (FI). Fokal infeksi adalah infeksi kronis di suatu tempat dan memicu penyakit di tempat lain. Berbagai racun, sisa-sisa kotoran, maupun mikrob penginfeksi pada gigi dan mulut ternyata bisa menyebar ketempat lain, di bagian tubuh lain seperti ginjal, jantung, bahkan penyakit kulit sekalipun.

Infeksi diakar gigi maupun dijaringan penyangga gigi melibatkan lebih dari 350 macam bakteri dan mikroorganisme. Karena letak infeksinya sangat dekat dengan pembulu darah,produk bakteri berupa toksin dapat menyebar keseluruh tbuh. Bakteri dari mulut (oral bacteria) ketika masuk ke dalam pembulu darah akan menempel pada timbunan lemak dipembuluh arteri jantung dan akan menimbulkan bekuan yng menyebabkan timbulnya penyakit jantung coroner, atau peradangan otot serta penyaluran sumber makanan dan oksigen ke jantung, sehingga jantung tidak berfungsi semestinya.


Gejala awal dapat berupa nyeri dada, seperti rasa terbakar, tertekan, dan beban berat di dada kiri samapi kelengan kiri, leher, dagu dan bahu.Nyeri dada juga terasa dibagian tengah dada yang diikuti rasa mual, mubtah, pusing, keringet dingin, tungkai serta lengan menjadi dingin, dan nafas terasa sesak.

Penelitian menunjukkan bahwa orang menderita penyakit gigi memepunyai resiko dua kali lebih tinggi terkena jantung koroner dibandikan yang tidak. Orang yang telah didiagnosis stroke umumnya lebih besar kemungkinan memiliki infeksi di mulutnya.

Penutup

Menjaga kesehataan gigi dan mulut merupakan hal yang sangat penting agar tidak terjadi kelainan-kelainan seperti yang disebutkan diatas. Kegoyangan gigi diseluruh mulut dapat terjadi akibat kebersihaan gigi dan mliut yang sangat burk yaitu menumpuknya karang gigi yang mendesak gusi semakin ekstrusiatau turun kebawah dari marginnya. Selain itu menumpuknya karang gigi dana danya gigi yang berlubang menyebabkan semakin banyaknya bakeri yang berkembang didalam rongga mulut yang dapat berakibat buruk pada sistem organ lain dalam tubuh kita. (die/ rls)