Panen Raya di Karawang Hanya Simbolis

Panen Raya di Karawang Hanya Simbolis

149
0
BERBAGI

Banyak Petani Gagal Tanam, Produksi Padi Turun

KARAWANG- Pasca datangnya Menteri Pertanian Amran Sulaeman ke Kabupaten Karawang
beberapa hari lalu ternyata belum bisa menyelesaikan masalah gagal panen yang dialami petani. Para petani mengeluh pendapatannya turun drastis hingga merugi, dan harga padi anjlok per kilogramnya.

Seperti yang dialami petani Desa Sukasari kecamaatan Purwasari Kabupaten Karawang, Suhadi (38), mengatakan dirinya mengalami kerugian dari 1 hektar sawah miliknya akibat gagal panen tahun 2017 lalu, dan dampaknya  saat ini masih sangat terasa.

“Padi saya tidak jadi semua, gagal pertama akibat wereng waktu padi lagi kecil, yang kedua dihantam sama padi yang tidak tumbuh. Orang sini biasa menyebut zonk, karnya tidak berkembang, kalau dicabut ada saaemacam cacing tapi di ada kakinya di depannya,” ungkapnya kepada KBE, Rabu (10/1).

Lanjut dia, tidak hanya Desa Sukasari saja yang mengalami gagal panen,tetapi juga desa sekitar mengalami hal yang sama. Jika ditotal di Kecamatan Purawasari kerugian bisa 400 hektar lebih, jumlah dari Desa Sukasari, Desa Tegalsari, Desa Cengkong, Desa Darawolong, dan Desa Mekarjaya.

“Upaya sih sudah dilakukan sperti pemberian insektisida, pas waktu turun hujan dikasih gemuk malah tidak tumbuh,” ujarnya.
.
Senada dengan Suhadi, salah seorang petani Desa Cengkong, Kecamatan Purawasari, H. Alil (56) mengungkapkan hal serupa, gagal panen pada sawahnya. Ia mengatakan serangan pertama pada padinya sewaktu tanam diserang hama wereng.

“Kerugian saya 1,5 hektar sawah saya di Desa Cengkong, dan juga 1,2 hektar padi yang ditanam di Desa Sukasari. Saya harap Pemkab Karwang juga ikut membantu memperhatikan petani kecil seperti kami,”
ucapanya.

Sementara itu panatauan KBE di lapangan, sejumlah petani di wilayah lain di Karawang juga dihantui ancaman virus  kerdil. Pada awal tahun 2018 ini, diakui Kepala Dinas Pertanian Karawang, Hanafi Chaniago ada sekita 225 hektar sawah di Kecamatan Rawamerta yang gagal tanam akibat terserang virus kerdil yang memang belum diketemukan obatnya.

“Awal tahun di Rawamerta diserang virus ini. Kami kesulitan karena memang belum ada obatnya,” ujar Hanafi kepada KBE, Rabu (10/1).

Selain itu pada tahun 2017 lalu, diakui Hanafi ada sebanyak 700 hektar klaim asuransi pertanian yang diakomodir oleh Dinas Pertanian.

“Kalau lihat dari jumlah klaim asuransi pun jumlahnya tidak begitu banyak,” ujar Hanafi.

Belum lama ini seperti diketahui Menteri Pertanian Amran Sulaeman ikut melakukan panen raya di Karawang. Pada saat itu Arman mengklaim keberhasilan petani Karawang yang melakukan panenan padi saat musim paceklik ini, dapat menjamin keamanan produksi padi di Karawang.

Namun, belakangan beredar informasi jika dari 500 hektar luas sawah yang akan ikut dipanen bersamaan dengan panen raya, hanya ada sekitar 1,5 hektar sawah yang dipanen.

Di tengah masa paceklik dan seringnya petani mengalami gagal tanam akibat serangan virus kerdil, Bupati karawang Cellica Nurchadianna berharap,  Karawang sebagai bagian dari lumbung padi akan selalu mampu meningkatkan cadangan pangan nasional.

“Jawa Barat adalah yang pertama kalinya yang mampu mengekspor beras organik ke negara luar salah satunya ke Belgia,” tuturnya. (rie)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY