Pasca Banjir,Warga BMI Cikampek Keluhkan Gatal-gatal

Pasca Banjir,Warga BMI Cikampek Keluhkan Gatal-gatal

77
0
POSKO BANJIR : Kini kondisi Pengungsi korban banjir yang mendiami posko banjir di tiga posko kesehatan milik Puskesmas Cikampek di Perum (BMI) mulai terserang penyakit. GUSTI DJUNOT/ KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

 

CIKAMPEK – Pengungsi korban banjir yang mendiami posko banjir di tiga posko kesehatan milik Puskesmas Cikampek di Perum Bumi Mutiara Indah (BMI) 1 dan 2, mulai terserang penyakit. Penyakit yang diderita warga mulai dari gatal-gatal hingga mialgia atau nyeri pada bagian otot.

Dari catatan yang dimiliki 3 Posko Kesehatan Puskesmas Cikampek, dalam satu hari pasien yang mengunjungi posko kesehatan mencapai 197 orang. Sebagian besar, penyakit yang menghinggapi adalah penyakit kulit, diare, kedinginan hingga pegal-pegal.

Dikatakan Kepala Puskesmas Cikampek Dr Deddy Ferry Rachmat MKM mengatakan, petugas kesehatan di penampungan korban banjir, pasien yang paling banyak adalah pasien lanjut usia (lansia) atau pasien yang rata-rata di atas usia 45 tahun.

“Kebanyakan mengeluhkan gatal-gatal dan mialgia atau nyeri otot,” ujar Deddy, saat ditemui KBE di Posko Kesehatan Masjid Al Muhajirin Perum BMI 1 Desa Dawuan Tengah Kecamatan Cikampek, Sabtu (6/1).

Persediaan obat-obatan guna keperluan pengungsi masih cukup untuk beberapa hari ke depan. Obat-obatan seperti, anagelsik dan antivertik, antitusif, antihistamin, antihipertensi, antidiarreha, antibiotik, obat kulit, dan lain-lainnya masih tersedia.

“Untuk anak-anak dan balita sendiri, sementara ini baru ada 7 pasien yang memeriksakan kesehatannya oleh orang tuanya karena demam biasa dan batuk-batuk,” ujarnya.

Dari data yang dilansir KBE, dari ke tiga posko kesehatan yang didirikan mulai hari Kamis (4/1) siang hingga Sabtu (6/1) sore, petugas kesehatan dari Puskesmas Cikampek juga turut mendatangi setiap rumah-rumah warga untuk melakukan pengecekan kesehatan secara keliling.

“Selain mendirikan tiga posko kesehatan yang terletak di Posko Kesehatan Masjid Widhatul Ummah, Posko Kesehatan Masjid Al Muhajirin dan Posko BMI 2 Dawuan Barat.

Kami juga melakukan Puskesmas Keliling (Pusling), dan ada satu pasien yang harus di rujuk ke Puskesmas Cikampek karena kakinya menginjak pecahan kaca atau biasa kami sebut Pro Hecting,” tuturnya.

Hingga saat ini, lanjut Deddy, pihaknya terus melakukan kontroling dengan melakukan berkeliling ke setiap rumah warga dengan menyiapkan petugas kesehatan seperti bidan desa dan timnya.

“Dari Posko kesehatan di Masjid Widhatul Ummah ada sekitar 36 pasien, Posko kesehatan di Masjid Al Muhajirin ada sekitar 136 pasien. Dan sedangkan di Posko kesehatan BMI 2 Dawuan Barat, ada sekitar 25 pasien,” bebernya.

Ditambahkan dirinya juga, menurut laporan yang diterima oleh dirinya dari setiap petugas kesehatan yang berkeliling ke rumah-rumah warga, rata-rata warga meminta obat-obatan yang diperlukan.

“Kami tak sembarangan memberikan obat, kami lakukan check kesehatan dan gejala keluhannya seperti apa, baru kami memberikan obat yang sesuai dengan peruntukannya,” tambah Deddy.

Dari pantauan di lokasi, selain petugas kesehatan yang berkeliling ke rumah warga, banyak juga warga yang masih hilir mudik mendatangi posko kesehatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. “Syukur Alhamdullilah tidak ada korban jiwa dan tidak ada juga pasien yang perlu di rujuk ke rumah sakit (RS),” pungkasnya. (cr3)