Rekaman Percakapan Sogokan Beredar

Rekaman Percakapan Sogokan Beredar

307
0
MELAWAN: Pelapor dugaan ijazah palsu Bupatiu Subang Imas Aryuminingsih, Warlan (kanan) dan kuasa hukumnya, Endang Supriyadi (kiri). HARUN HISYAM/METRO SUBANG
BERBAGI

Polda Terbitkan SP3, Pelapor Melawan di Praperadilan

SUBANG- Sejumlah kalangan mencurigai kejanghalan diterbitkannya surat pemberhentian penyidikan (SP3) yang dikeluarkan oleh Polda Jawa Barat dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen negara (ijazah palsu,red) Bupati Subang Imas Aryuminingsih. Terlebih saat ini sudah telah ada penolakan melegalisir ijazah Imas oleh dua sekolah yang ada di ijazah Imas.

Banyak kejanggalan yang dianggap sejumlah pihak menjadi bukti kuat dugaan ijazah palsu Imas, dari nama yang berbeda-beda di setiap jenjang pendidikan yang tertulis di ijazah hingga tak terdaftarnya di database sekolah. SMAN 1 Subang dan SMAN 1 Cimahi di mana Imas mengaku pernah bersekolah menolak untuk melegalisir ijazahnya dikarenakan tak ada nama Imas dalam dokumen registrasi.

Di sisi lain beredar sebuah rekaman yang menyebutkan nilai uang 500 juta untuk sekali gelar perkara pada kasus dugaan ijazah palsu Bupati Subang. Transaksi sogok duit yang dilakukan oleh penyidik dan kepala dinas pendidikan menyebutkan nama salah satu tempat di subang,

“Di rumah makan Purnama, mereka membicarakan uang 500 juta,” suara rekaman itu terdengar

Terkait dengan itu, kuasa hukum dari pelapor (Warlan), Endang Supriyadi mengatakan, kasus dugaan ijazah palsu ini kan terus ditempuh olehnyadengan mengajuk pra-peradilan di PN Bandung.

“Gugatan akan terus kita layangkan, dan proses hukum akan terus berlanjut,” kata Endang.

Dalam pengakuan Endang, gugatan pra-pengadilan tersebur sudah resmi didaftarkan ke PN Kelas A Bandung dengan nomer register 01/Pid.Prap/2018/PN Bdg dengan tanggal 4 Desember 2018.

“Siang tadi kita mendatang pengadilan negeri intuk mendaftar permohonan pra-pengadilan atas SP3 atas nama Imas Aryumningsih,” Kata Endang

Endang berharap dari upaya berbekal payung hukum ini kebenaran dan keadilan bisa ditegakkan demi keadilan masyarakat. Jika kasus dugaan pemalsuan ijazah  ini terbukti, dipastikan akan ada banyak pihak yang bakal ikut tersandung, termasuk Ketua KPUD Subang.

Sementara itu Ketua LSM Gival, Daus mengingatkan, jika perkara hukum dugaan ijazah palsu jangan dianggap spele oleh Imas, karena publik di Subang saat ini tengah menyorotnya.

“Kasus Ijazah palsu jangan dianggap enteng, ini menyangkut harga diri rakyat Subang, sudah nama Subang jelek dengan kasus korupsi kini Subang dapat musibah bupatinya memiliki ijazah palsu. Saya sendiri sebagai orang Subang sangat malu sekali,” kata Ketua LSM Gival, Daus. (hrn)