JK dan Titiek Sesalkan Golkar Tarik Dukungan RK

JK dan Titiek Sesalkan Golkar Tarik Dukungan RK

148
0
BERBAGI

Daniel Muttaqien Tetap Kukuh Jadi Cawagub

JAKARTA. Sikap yang diambil DPP Partai Golkar dengan Ketua Umum yang baru Airlangga Hartarto berupa menarik dukungan dari bakal cagub Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), ternyata mengundang banyak reaksi, terutama dari kalangan internal partai, tak terkecuali dari kalangan senior partai berlambang pohon beringin tersebut. Seperti ungkapan yang disampaikan Senior partai Golkar yang juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto.

Keputusan pencabutan dukungan Cagub RK yang berpasangan dengan Cawagub Daniel Muttaqin Syafiuddin (Anggota DPR RI) dianggap sebagai sikap yang menunjukan Partai Golkar tidak kredibel.

“Kalau sudah ada komitmen, lain kali kalau suka mengubah-ubah, Golkar keluarkan rekomendasi orang tidak anggap (rekomendasi itu). Eh nanti ubah lagi, jadi jangan selalu begitu. Itu nanti kredibelnya,” ucap JK kepada Wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (19/12).

Menurutnya, alasan pencabutan rekomendasi harus berdasarkan keputusan yang betul-betul matang. Dalam surat yang diterbitkan DPP, pencabutan dukungan itu karena Ridwan Kamil belum juga menetapkan kader Golkar Daniel Mutaqien sebagai cawagub. Selayaknya, jelas JK, kalau Golkar mau mencabut dukungan harus dengan alasan yang betul-betul baik dan objektif.

“Sama saja kalau tiap kali saya buat surat, besok ubah lagi. Lama-lama surat wapres ubah lagi, ubah lagi. Itu tidak kredibel namanya,” kritik JK.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Dia menilai langkah Airlangga Hartarto mencabut dukungan terhadap Ridwan Kamil agak terburu-buru.

Surat Keputusan (SK) pencabutan rekomendasi tersebut ditandatangani langsung oleh Airlangga Hartarto sebagai ketua umum dan Idrus Marham sebagai sekretaris jenderal.

Padahal, Airlangga saat itu belum dikukuhkan sebagai ketua umum dalam forum Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).” Mungkin sebenarnya itu terlalu terburu-buru,” kata Titiek di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (18/12).

Ia berharap, surat tersebut bisa diperbaiki, yakni dengan menerbitkan surat baru setelah Airlangga secara resmi dikukuhkan pada forum Munaslub. “Mudah-mudahan nanti diperbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, banyak kader maupun simpatisan partai Golkar di Jabar yang mengaku kecewa dengan menyesalkan dengan sikap DPP Partai Golkar yang telah mencabut dukungan RK sebagai Cagub. Seperti yang disampaikan Fungsionaris Partai Golkar Kabupaten Garut yang juga Ketua DPD AMPI setempat, Agus Indra Arisandi.

“Saya kurang mengerti dengan Partai Golkar saat ini semakin membingungkan bagi kader di bawah. Seharusnya Partai sebesar Golkar yang sudah sangat mengakar di masyarakat tidak membuat kekeliruan yang dangkal,”kata Agus saat dikonformasi di Garut, Senin (18/12).

Menurutnya kebijakan-kebijakan partai Golkar, harusnya sesuai prosedur dan aturan main yang berlaku dipartai. “Bagi kami sangat lucu surat DPP terkait pencabutan rekomendasi pencalonan RK-Daniel ditanda tangani Pak Airlangga dan Pak Idrus Marham, padahal Munaslubnya baru mau dilaksanakan, tetapi sudah atas nama ketua umum dan sekjen. Pertanyaannya apakah pak Idrus Marham masih akan terpilih jadi sekjen?,”Tanya Agus.

Ditempat terpisah, Anggota DPR RI, Daniel Muttaqin, mengaku belum menyerah untuk memperjuangankan kesempatannya menjadi Cawagub dari Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, di Pilgub Jabar nanti.
“Iya kalau gampang menyerah mah jangan jadi politisi,” ujar Daniel kepada Wartawan, Senin (18/12).

Ia mengatakan pasca penarikan dukungan Golkar untuk RK, akan ada komunikasi antara ia dan pengurus DPP yang baru. Termasuk bertemu dengan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartanto. Sampai saat ini, Daniel memang belum ada komunikasi sama sekali dengan Ketua Umum baru karena sedang melakukan sosialisasi dan reses untuk kembali ke Indramayu. Namun, Daniel mengaku masih akan mendengar alasan secara rinci mengapa dukungan untuk RK ditarilk pada hari minggu (17/12).

“Saya juga belum baca-baca lagi secara rinci, mungkin nanti DPP akan menjelaskan. Akan tetapi sampai saat ini belum ada keluar surat rekomendasi yang baru,” ujar Daniel.

Kalau dari surat keputusan yang keluar itu, alasan penarikan Golkar adalah karena RK lambat dalam memutuskan Calon Wakil Gubernur. Karena itu, Daniel mengatakan akan mencoba menjelaskan mengapa RK tidak mengambil keputusan Cawagub dengan cepat kepada Golkar. Daniel sendiri masih berada di Jakarta untuk menghadiri Munaslub Golkar.

Menariknya, Ridwan Kamil atau RK, hingga hari selasa kemarin (19/12) mengaku belum menerima surat resmi dari Partai Golkar terkait pencabutan dukungan terhadap dirinya dalam Pilkada Jawa Barat. Tapi, RK sudah dapat informasi ada utusan DPD Partai Golkar yang memberikan surat ke rumah dinasnya. Namun, surat yang disampaikan hanya berupa salinan.

“(Surat resmi) belum. Saya baru datang dari Jakarta. Tetapi kan saya dengar fotokopian ya,” ujar Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (19/12).

RK mengatakan, dalam pengambilan keputusan politik yang bersifat krusial, idealnya persoalan administrasi harus disampaikan secara resmi dengan membawa surat resmi. “Begini ya, kalau dalam proses administrasi itu kan harus aslinya. Dulu rekomendasi saya tuh asli. Jadi, kalau pencabutan juga harus asli, maka sedang proses komunikasi,” katanya.

Kemudian, terkait dengan rencana dirinya akan mengumumkan calon pendampingnya (Cawagub) di Pilgub Jabar 2017 pada hari rabu ini (20/12), RK memastikan diundur. Karena dirinya, masih membutuhkan waktu untuk menetapkan pendampingnya.

“Mungkin pengumumannya bergeser sedikit. Saya butuh waktu untuk sosialisasi. Bersabar sedikitlah,” ujar RK kepada wartawan saat ditemui di Taman Dewi Sartika, Kota Bandung, Selasa(19/12).

Menurut RK, diundurnya waktu penentuan siapa calon wakil gubernurnya itu karena masih ada proses yang belum selesai. Salah satunya, adalah membutuhkan waktu untuk mensosialisasikan hasil dari musyawarah bersama forum tokoh Jabar serta hasil survei popularitas dan elektabikitas kandidat kepada masing-masing parpol pengusung.

“Saya undur sehari atau dua hari lah. Yang pasti tidak besok (Rabu). Karena masih banyak daftar ceklis yang harus dikontak,” jelasnya. (red)