Pelaku Mutilasi Dites Kejiwaan

 Pelaku Mutilasi Dites Kejiwaan

561
0
PRAREKONSTRUKSI: Reka adega Muhammad Kholil saat membuang tubu istrinya Siti Saidah alias Nindya setelah dimutilasi. ARIE DIRMANSYAH/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

Ungkap Kasus, Kapolres Beri Penghargaan pada Tim Anaconda

KARAWANG- Kepolisian resor Karawang mengaku saat ini sedang memeriksa kejiwaan Muhammad Kholil  (34) yang telah melakukan mutilasi dan pembakaran terhadap istrinya sendiri Siti Saidah alias Nindya (21).

Menurut Maradona, hal itu dilakukan untuk melakukan pemeriksaan psikologis. Namun pelaksanaannya menunggu jadwalnya, setelah ada hasil pemeriksaan mungkin akan sampaikan lagi hasilnya. Penyebab kematian, pihaknya belum menerima hasil visum dari RSUD Karawang.

“Namun keterangan dari dokter forensik keterangan sementara penyebab kematian, akibat ada pendarahan di bagian kepala. Penyebabnya akibat kekerasan benda tumpul, dan dari pra rekontruksi tersangka memukul bagian kepala dan setelah terjatuh kembali di pukul,” ungkapnya.

Selain itu, untuk mencocokan keterangan tersangka dan para saksi, Polres Karawang melakukan prarekonstruksi pembunuhan mutilasi Siti Saidah alias Nindya (21) yang dilakukan suaminya sendiri, Muhamad Kholili (34).

Adegan prarekontruksi dilakukan di dua tempat berbeda yaitu di rumah kontrakan korban, di Dusun Sukamulya RT 005 RW 002, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur dan dib lokasi pembuangan mayat di Dusun Ciranggon III, RT 011 RW 003, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya.

Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, tersangka melakukan prarekonstruksi di kosan tersebut lakukan sebanyak 35 adegan. Untuk di lokasi pembuangan sekaligus pembakaran dilakukan 8 adegan, total sekarang sudah ada 43 adegan. Kemungkinan akan sambung keesokan hari, karena tempat kejadian perkara sendiri ada banyak.

“Rencana besok kita prarekontruksi lagi, ada tempat pembuangan hp, golok, kaki dan kepala yang jaraknya berbeda-beda. Jadi, kita baru dua tempat yang kita lakukan prarekonstruksi,” katanya kepada KBE seusai pra rekontruksi, Senin (18/12).

Lanjut Maradona, prarekonstruksi ini untuk mengecek persesuaian keterangan dari saksi-saksi,  keterangan dari tersangka. Tentang alur peristiwa kejadian pembunuhan dengan mutilasi dan di lokasi penemuan mayat pertama kali.

“Saat kami prarekontruksi, muncul fakta bahwa pelaku mengakui melakukan mutilasi sekitar setengah jam mulai dari bagian kepala, memotong kedua kaki, dan membungkus. Untuk tes kejiwaan kita sampai saat ini masih permohonan untuk menghadirkan psikiater,” jelasnya.

Sampai saat ini ada persesuaian dengan keterangan tersangka, begitu juga dengan saksi-saksi yang sempat ditawari oleh korban maupun pelaku yang ingin menjual motornya sebagai DP sebuah mobil.

“Berdasarkan keterangan pelaku, dalam cekcok tidak ada yang diakibatkan oleh orang ketiga. Ini masih sebatas informasi, kami belum bisa mengkonversi, karena tidak ada persesuaian dengan bukti-bukti yang ditemukan. Sampai saat ini masih kita dalami, nanti kalau memang ada ke arah sana pastinya akan disampaikan,” pungkasnya.

Sebanyak 17 anggota Resmob yang tergabung dalam Tim Anaconda mendapat penghargaan dari Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan, yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan dengan cara dimutilasi di Dusun Ciranggon, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Kamis (7/12) kemarin.

“Dengan penghargaan ini semoga menjadi motivasi dan memupuk serta meningkatkan kinerja rekan-rekan yang lainnya,” kata Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan saat upacara bendera di Mapolres Karawang, Senin (18/12).

Kapolres mengatakan, ia meminta kepada anggotanya untuk bersaing secara sehat dan kompetitif. Itu untuk menunjukkan kinerja yang terbaik saat bertugas, karena jumlah angka kriminalitas di Karawang cukup tinggi. Mari berlomba untuk bekerja keras melaksanakan tugas pokok sebagai anggota Polri.

“Bukan sekedar melaksanakan kewajiban, tapi bekerja dengan tanggung jawab. Mari bekerja sama menekan kriminalitas dan menciptakan kamtibmas di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu,  Wakapolres Karawang Kompol Rano Hadiyanto menuturkan, penghargaan ini tidak hanya berupa piagam aja. Tetapi bisa memicu semangat anggota lainnya untuk bekerja dengan baik lagi.

“Penghargaan ini jangan dilihat dari piagamnya saja, namun berguna bilamana yang menerimanya tersebut akan melaksanakan sekolah dan naik pangkat,” pungkasnya. (rie) 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY