Mobil Desa Bayur Kidul Kecelakaan

Mobil Desa Bayur Kidul Kecelakaan

77
0
BERBAGI

Sopir Diduga dalam Kondisi Mabuk

CILAMAYA KULON – Sebuah mobil minibus putih dengan nomor polisi T 1446 F, yang diketahui mobil Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, mengalami kecelakaan tunggal dan terperosok ke lahan sawah milik warga.

Menurut salah satu saksi mata, mobil yang membawa empat orang penumpang melaju dengan kecepatan tinggi ditengah hujan ringan yang membuat jalan sedikit licin. Diduga, sang supir berkendara dalam keadaan mabuk usai menenggak minuman keras.

Dikatakannya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 22:00 WIB waktu setempat, akibat tidak bisa mengendalikan kecepatan mobilnya. Kucluk, supir kendaraan naas itu tidak bisa menghindari pesepeda yang berjalan pelan didepannya. Kucluk yang terkejut membanting stir ke arah kanan, alhasil mobil terpental dari jalan dan terperosok ke sawah milik warga.

“Semua korban selamat, dan sudah di bawa kerumah sakit terdekat,” jelasnya pada KBE, Sabtu (16/12).

Terpisah, kepala Desa Bayur Kidul melalui kepala kaemanan dan ketertiban masyarakat (Trantibmas) Tarja menerangkan, mobil Desa Bayur Kidul yang kecelakaan tersebut keluar untuk mengantarkan salah seorang warga yang sakit.

Dikatakannya, Kucluk memang bukan supir asli dari mobil desa tersebut. Pemuda yang terkenal doyan mabuk itu, dipilih secara acak karena keadaan darurat untuk mengantarkan warga yang sedang sakit.

“Pada saat kecelakaan, posisi mobil sedang perjalanan pulang setelah mengantarkan warga yang sakit. Beruntung semua korban selamat,” ungkapnya.

Masih kata Tarja, kecelakaan lalu lintas diruas jalan tersebut memang sering terjadi. Pasalnya, kondisi jalan yang lurus dan sepi membuat pengendara selalu memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Padahal, sambung Tarja, jalan tersebut gelap karena minim lampu penerang jalan umum, juga licin saat hujan turun.

“Sudah ada empat kasus mobil terperosok ditempat yang sama. Untuk kasus speda motor mungkin sudah tidak terhitung karena terlalu sering. Bahkan, sudah banyak korban jiwa,” terangnya.

Sementara itu, salah satu korban bernama Surya, mengaku syok usai mengalami kecelakaan yang hampir menghilangkan nyawanya itu. Dikatakannya, setelah kejadian ini, ia akan berhati-hati dalam memilih supir meskipun dalam kondisi darurat.

“Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan hidup, ini akan jadi pengalaman yang berharga,” ujarnya.

Lanjutnya ia berharap, agar pemerintah desa Bayur Kidul untuk selalu bersedia dalam penggunaan mobil desa untuk keperluan masyarakatnya. Baik kondisi mobil, maupun supir yang bisa mengendarai dengan baik.  “Tidak bisa berkata banyak, harapannya kejadian ini bisa menjadi pembelajaran untuk semuanya,” ujarnya. (wyd) 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY