Pelaku Mutilasi Terancam Dihukum Seumur Hidup

Pelaku Mutilasi Terancam Dihukum Seumur Hidup

189
0
EKSPOS:Muhammad Kholil (23), pelaku pembunuhan sadis terhadap istrinya sendiri, Nindya (21) dijaga ketat oleh aparat kepolisian. ARIE FIRMANSYAH/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

KARAWANG- Muhamad Kholili (23) pelaku pembunuhan dengan cara mutilasi terhadap istrinya sendiri Siti Saidah alias Nindya (21) terancam hukuman mati, atau kurungan seumur hidup. Karena pelaku dengan sadis menghilangkan nyawa korban dengan cara memenggal kepala dan dua kaki korban.

“Kami kenai pelaku dengan pasal 340 dan pasal 338 tentang pembunuhan berencana dengan acaman hukuman paling berat adalah hukuman mati, seumur hidup, atau paling sedikit penjara 20 tahun,” kata Wakapolres Karawang, Kompol M. Rano Hadianto kepada wartawan, Kamis (14/12).

Lanjut Wakapolres, pelaku dengan sadis memutilasi setelah pelaku membeli golok, plastik hitam besar dan tas belanja. Kemudian pelaku memotong mulai dari bagian kepala terlebih dahulu kemudian kedua kaki korban. Selanjutnya pelaku membuang kepala dan kedua kaki korban di Curug Cigentis, Loji.

“Kemudian pelaku membuang tubuh korban di tkp penemuan mayat pertama kali di Ciranggon. Lalu pelaku membakar tubuh korban tersebut bersamaan dengan buku nikah, akta Kelahiran korban, dan surat-surat lainnya milik korban,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaku Muhamad Kholili mengaku membunuh dan memutilasi istrinya karena kesal telah menghina orang tuanya. karena tidak bisa rawat cucu dengan baik. Bilang membelikan susu yang murah, padahal memang saya belum kirim uang.

Lanjut, pelaku mengaku sempat ingat wajah anaknya ketika usai memukul korban hingga tewas. Namun karena kalap dan bingung, pelaku nekat memutilasi korban dan membuang mayat istrinya tersebut di beberapa tempat berbeda.

“Kebayang wajah anak saat saya cek dia udah gak bernafas, jantungnya gak ada detaknya. Saya bingung mau dibawa kemana mayatnya, jadi saya mutilasi,” ujarnya.

Menurut pelaku, sejak menikah tahun 2015 silam, ia kerap harus mengerjakan pekerjaan rumah. Karena istrinya sering berpergian, dan terlalu asik memainkan handphone di rumah.

“Jarang ngerjain pekerjaan rumah, tidak tahu ngapain di luar. Tapi dia keliatan sering kontak-kontakan sama orang, tak tahu siapa orangnya,” pungkasnya. (rie)