Perajin Kampung Boneka Kebanjiran Order

Perajin Kampung Boneka Kebanjiran Order

330
0
KEBANJIRAN ORDER: Denruhay tengah menunjukkan sejumlah boneka yang menjadi pesanan favorit para pengusaha boneka di luar kota di toko bonekanya Samudera Hakiki. GUSTI SEVTA GUMILAR/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

Menjelang Natal dan Tahun Baru

KOTABARU – Jelang perayaan hari Natal dan Tahun Baru 2018, pernak-pernik dalam perayaan hari Natal dan Tahun Baru di Kampung Boneka, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, mulai diserbu pengusaha. Bahkan, pebisnis boneka disibukkan dengan pemesanan barang hingga ke luar kota.

Salah satunya adalah Denruhay (34), perajin boneka di Kampung Boneka ini, mengaku pemesanan barangnya meningkat hingga 4 kali lipat untuk menyambut hari natal dan tahun baru ini.

“Boneka Tayo, Karpet Karakter Natal dan Boneka Santa Clause menjadi favorit konsumen. Pemesanan untuk persiapan natal dan tahun baru cukup banyak,” kata pemilik toko boneka Samudera Hakiki itu kepada KBE saat ditemui di toko bonekanya, Kamis (14/12).

Dia mengatakan, selain warga Karawang dan Purwakarta yang memesan, beberapa perusahaan di luar Kabupaten Karawang dan Purwakarta, bahkan luar Jawa Barat telah memesannya.

“Sudah ada yang memesan boneka untuk dikirimkan ke Lampung. Bahkan, saat ini kami tengah mengerjakan pemesanan dari pengusaha asal Provinsi Sulawesi Tenggara,” kata dia.

Denruhay yang biasa mengirim barang ke berbagai Kota dan Kabupaten di Pulau Jawa selama satu minggu sekali ini, sedang fokus untuk persiapan natal dan tahun baru. Menurut dia, harga yang dibanderol ke konsumen masih ralatif bervariatif dan tidak ada kenaikan harga kendati pemesanan yang membludak.

“Harga boneka yang saya jual berkisar antara harga Rp20 ribu sampai Rp350 ribu. Sedangkan karpet karakter dipasarkan Rp750 ribu per pcsnya,” jelas dia.

Denruhay yang memulai bisnis ini pada 2007 lalu, mengaku sudah mempunyai belasan karyawan. Setiap tahun pesanannya selalu meningkat. Omset yang dia dapat setiap bulannya mencapai puluhan hingga ratusan juta pada saat momen-momen tertentu.

“Itu juga tergantung jenis boneka yang laku di pasaran. Saya jamin hasil produksi saya tidak kalah dengan boneka produksi pabrikan, karena saya selalu melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan pasar,” jelas dia.

Dari data yang dihimpun, pemesanan pada bulan Desember ini, dirinya menerima pemesanan berbagai macam jenis dan ukuran boneka hingga 1.000pcs untuk perharinya.

“Di hari-hari tertentu seperti perayaan Idul Fitri, Imlek, Natal dan Tahun Baru, pemesanan bisa meningkat hingga 4 kali lipat. Biasanya kami menerima pesanan boneka perminggunya itu hanya 200pcs boneka saja untuk setiap harinya. Itu juga variatif berbagai macam bentuk dan ukuran boneka sesuai pesanan yang diminta oleh konsumen kami,” ungkapnya.

Menurut dia, pemesanan boneka yang melonjak tinggi, Denruhay mengaku kewalahan atas banyaknya permintaan dari konsumennya yang tidak lain adalah para pengusaha di setiap lokasi wisata di Kota atau Kabupaten setiap daerahnya.

“Karyawan saya kadang kewalahan, untuk menutupi pemesanan itu, kadang saya juga meminta suplai boneka yang di pesan dari pengrajin-pengrajin boneka lainnya di Kampung Boneka. Ya kalau tidak begitu, kami tidak akan mungkin sanggup untuk memenuhi pemesanan tersebut,” jelas Denruhay.

Hal senada juga diakui oleh pengusaha boneka lainnya di Kampung Boneka Cikampek Utara, Ade (38). Dia mengaku pemesanan di bulan ini meningkat drastis dari bulan-bulan biasanya.

“Kendati permintaan meningkat, kami para pengrajin dan pengusaha boneka di Kampung Boneka ini, tidak pernah merasa kewalahan dalam menerima pesanan. Karena, kami selalu berkomunikasi sesama pengrajin untuk memenuhi kebutuhan pesanan konsumen kami. Dan kami juga tidak pernah menaikan harga pasaran penjualan, selama bahan baku pembuatan boneka masih tercukupi,” katanya.

Para pengrajin boneka di Kampung Boneka Cikampek Utara, biasanya relatif melakukan penyetokan bahan baku dua bulan sebelumnya guna memenuhi pemesanan yang meningkat drastis tersebut. (cr3)