Identitas Perempuan Bertato Rolling Stone Terungkap 

Identitas Perempuan Bertato Rolling Stone Terungkap 

764
0
Siti Saidah alias Nindya, korban mutilasi.
BERBAGI

Dimutilasi Suami Setelah Maksa Minta Dibelikan Mobil

KARAWANG- Misteri identitas perempuan bertato rolling stone dan kupu-kupu yang menjadi korban mutilasi dan pembakaran akhirnya dapat diungkap oleh jajaran kepolisian. Perempuan tersebut diketahui bernama Siti Saidah alias Nindya yang dikabarkan mantan pemandu lagu dan kini menjadi marketing di sebuah perusahaan properti.

Nindya merupakan ibu muda beranak satu asal warga Kabupaten Pati, Kebupaten Jawa Tengah yang tinggal di kontrakan sekitar Dusun Sukamulya, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur bersama suaminya. Identitas korban terungkap setelah sebelumnya kepolisian berhasil mengungkap pelaku mutilasi  yang tak lain ialah suami suami korban, yaitu  MK (23), yang lahir di Kabupaten Bogor.

Pelaku nekat menghabisi istrinya, Siti Saidah (21) dengan cara memotong kepala dan kaki korban dan kemudian dibuang di hutan Gunung Sanggabuana Karawang. Motif pembunuhan dilakukan pelaku karena kesal korban minta dibelikan mobil dan mengancam akan menceraikan pelaku.

Penangkapan pelaku bermula ketika pelaku mendatangi Mapolres Karawang untuk melaporkan kehilangan istrinya. Pelaku mengaku ciri-ciri korban mutilasi yang diumumkan Polres Karawang sebelumnya diakuinya sebagai istrinya.

“Pengakuan pelaku ini kemudian kita dalami. Kami mencurigai keterangan pelaku karena tidak sesuai dengan fakta yang ada.  Setelah kita desak akhirnya pelaku mengakui telah membunuh istrinya,” ujar Kapolres Karawang AKBP Hendy F.  Kurniawan usai mendatangi rumah kontrakan pelaku di Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur,  Rabu (13/12).

Kapolres mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara motif pelaku membunuh istrinya secara sadis karena kesal istrinya kerap merongrong meminta barang-barang barang mewah sementara dia tidak mampu secara ekonomi.  Puncak kekesalan pelaku saat korban meminta dibelikan mobil.

“Korban mengancam akan menceraikan pelaku jika tidak dibelikan mobil. Mungkin pelaku sudah kalap hingga membunuh istrinya dengan cara yang sadis,” ungkapnya.

Lanjut Kapolres, setelah pelaku mengakui perbuatannya tim Satreskrim Polres Karawang bergerak cepat mencari potongan tubuh korban. Berdasarkan pengakuan pelaku potongan butuh korban berupa kepala dan kaki dibuang di hutan gunung Sanggabuana dan ditemukan didekat Curug Cigentis.

Kepala korban ditemukan dalam keadaan terbungkus plastik warna hitam.  Demikian juga dengan potongan kaki korban ditemukan tidak jauh dari kepala korban. Meski pelaku sudah mengakui perbuatannya namun pihaknya masih terus mendalami kasus ini hingga tuntas.

“Kita masih terus mendalami bagaimana korban bisa dibunuh secara sadis apakah itu dilakukan sendiri atau ada orang lain yang membantunya. Kita juga masih mencari saksi penting lainnya,” jelasnya.

Kehidupan Keluarga Kurang Harmonis

Masyarakat Dusun Sukamulya, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur gempar saat Polres Karawang melakukan olah TKP di kontrakan korban, Rabu (13/12). Aparat memasang garis polisi di tempat korban dan suaminya tinggal.

Salah seorang tetangga korban Waljinah mengatakan, keduanya dikenal baik. Hanya saja, di antara keduanya memang kerap terjadi cekcok. “Dia (korban) sempat ngomong ingin membeli mobil,” katanya kepada wartawan, Rabu (13/12).

Lanjutnya, ia berdekatan dengan tempat tinggal korban. Ia pun mengaku beberapa kali mendengar keributan dari dalam rumah korban.

“Pernah beberapa kali kedengaran suara ribut-ribut. Seperti berantem gitu. Beberapa kali istrinya menangis,” tuturnya.

Setelah keributan itu, korban terakhir kali terlihat pada Minggu, pekan lalu, atau pada (3/12). “Saya juga heran, akhir-akhir ini suaminya sendirian terus. Istrinya tidak tahu kemana,” jelasnya.

Ia mengatakan, terlihat heran dan kaget, saat polisi mendatangi rumah Nindya pagi ini. Ia pun mengaku tak habis pikir MK sampai tega membunuh istrinya sendiri. “Setahu saya suaminya baik. Kelihatannya orangnya tidak jahat. Orangnya juga supel. Sama siapa saja ramah,” jelasnya.

Menurut Waljinah, ketika mendengar dari berita soal ciri-ciri tato pada mayat yang ditemukan di Dusun Ciranggon III, RT 11 RW 03, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, ia sempat menaruh curiga. Sebab ia mengenali pakaian dan tato sesuai yang dibeberkan polisi. Bahkan sempat menanyakan keberadaan korban kepada pelaku pada Senin (11/12), menurut pelaku, korban sedang berada di rumah temannya.

“Saya sering main ke sana, jadi apal. Terlebih ibunya menelpon ke temen saya dia (korban) ilang. Tetapi ketika saya menanyakan ke si aa (pelaku), katanya korban berangkat kerja mampir ke temannya. Katanya ia kerja sebagai sales di Meikarta,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Yuyu Yuningsih mengatakan, korban bersama suaminya sudah lima bulan mengontrak sepetak rumah di sana.

“Korban baru saja kerja di Cikarang. Katanya jadi marketing Meikarta,” tuturnya.

Lanjut Yuyun, di kontrakan itu, Nindy hanya tinggal berdua bersama suaminya. Anaknya baru dua tahun dan dititipkan sama orang tuanya. Rumah tangga korban awalnya akur, namun ada perubahan dalam beberapa bulan terakhir. “Sering kedengaran suara ribut dari dalam kontrakan. Istrinya lalu nangis,” pungkasnya. (rie) 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY