Polisi Terjunkan Anjing Pelacak

Polisi Terjunkan Anjing Pelacak

102
0
PENGUNGKAPAN: Polisi saat menerjunkan anjing pelacak guna mengungkap identitas wanita korban mutilasi yang hangus tak berkepala. ARIE FIRMANSYAH/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

Identitas Mayat Wanita Rolling Stone Belum Terungkap

KARAWANG- Jajaran kepolisian dari Mapolres Karawang dan Mapolda Jawa Barat menerjunkan anjing pelacak, Selasa (12/12) guna mengungkap misteri identitas mayat korban mutilasi yang ditemukan hangus tanpa kepala dan kaki di Dusun Ciranggon, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya beberapa waktu lalu. Namun usaha tersebut sampai saat ini belum mendapatkan hasil signifikan.

Pencarian dilakukan selama sekitar satu jam, di sekitar lokasi penemuan mayat yang memiliki tato rolling stone dan kupu-kupu tersebut. Aparat kepolisian bersama dua anjing pelacak jenis pointer terlihat menyisir sejumlah tempat. Termasuk rumah kosong yang terletak tidak jauh dari lokasi ditemukannya mayat.

Namun hingga penyisiran selesai, pihaknya belum juga menemukan barang bukti dan juga petunjuk tambahan. Sampai saat ini pihaknya belum mengetahui identitas korban dan masih terus melakukan penyelidikan, untuk mencari petunjuk-petunjuk baru.

“Semua masih melakukan penyelidikan dengan mengerahkan dua anjing pelacak dari Polda Jabar,” Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mappaseng kepada KBE seusai melakukan olah TKP.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah warga berbondong-bondong menyaksikan aksi pihak kepolisian menggunakan anjing pelacak, dalam mencari barang bukti atau petunjuk baru. Sehingga menyebabkan arus lalulintas di Jalan Raya Syeh Quro, Majalaya, mengalami kemacetan.

Sebelumnya, masyarakat Dusun Ciranggon, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya digegerkan dengan temuan mayat dengan kondisi gosong tanpa kepala dan kaki yang ditemukan di semak-semak. Korban diduga menjadi korban pembunuhan dengan cara dimutilasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kepolisian menemukan sejumlah potongan baju sisa yang terbakar diduga milik korban. Selain itu, petugas juga mengamankan sepotong bambu yang diduga alat untuk membakar korban.

Kadus Ciranggon 3, Ujang Herman, mengatakan, awalnya mayat tersebut ditemukan oleh anak TK yang tengah lewat di sekitar lokasi. Tepatnya di depan kantor pemasaran sebuah perumahan.

“Kemudian anak-anak memberitahu kepada kami bahwa ada mayat dengan kondisi gosong. Bersama warga kami kemudian mendatangai lokasi,” katanya kepada KBE, Kamis (7/12).

Lanjut Ujang, lingkungan kantor perumahan tersebut memang masih sepi. Sehingga masih jarang yang berlalu lalang di tempat tersebut. (rie)