Tiga Petani Tewas Disambar Petir

Tiga Petani Tewas Disambar Petir

95
0
BERBAGI

Meninggal Saat Lagi Memotong Padi

JAYAKERTA  – Nasib nahas menimpa tiga petani asal kecamatan Jayakerta.

Petani yang berasal dari dua desa Medangasem dan desa Jayakerta Kecamatan Jayakerta tewas tersambar petir saat sedang panen sisa padi yang terkena hama wereng, Senin (11/12).

Saat kejadian bersamaan dengan hujan turun  sangat lebat, sedangkan perkampungan sangat jauh sehingga para korban bertahan walau diguyur hujan.

Namun tidak berapa lama kilatan api disertai bunyi suara ledakan menyambar kerumunan petani disitulah dua korban tergeletak sudah tidak bernyawa dengan luka bakar di bagian muka dan kepala disertai cucuran darah.Sementara yang lain berhamburan menyelamatkan diri lari ke arah perkampungan,begitu juga satu warga Desa Jayakerta saat pulang juga jadi korban tersambar petir.

Diketahui warga Desa Medangasem yang tewas Haris bin Pandi (47) dan Nurifan bin Ijan (19) keduanya tinggal di Dusun Babakan RT 09/03, dan satu lain lagi korban tewas warga Desa Jayakerta atas nama Jumat (45) Dusun Krajan B RT 05/02, dan semua mengalami luka bakar sehingga mengeluarkan darah dari Mata, hidung dan telinga terlihat pada jasad ketiga korban biru kehitaman,sedangkan korban yang selamat hanya mengalami shock dan terganggu pendengarannya.

Menurut keterangan saksi mata di tempat kejadian Sawal bin Amid (18) warga Dusun Babakan RT 09/03 Desa Medangasem menjelaskan saat itu selesai mengumpulkan hasil panen rencananya akan pulang namun Haris (korban tewas) mengajak mengangkap burung sehingga ngejar burung di sela sela rumpun padi sedangkan hujan turun sangat deras,bersamaan dengan itu terlihat kilatan sangat menyilaukan pandangan mata dibarengi bunyi ledakan keras ,hawapun terasa panas setelah itu terlihat Haris dan Nurifan tergeletak mukanya mengeluarkan darah karena panik berempat lari minta tolong ke perkampungan.

“Kejadiannya sangat cepat di bawah guyuran hujan tiba tiba ada cahaya menyilaukan dengan dentuman menyerupai bom menyambar mengeluarkan hawa panas,saat sadar yang lihat pa Haris dan Nurifan telah tewas dengan muka hangus dari hidung, mulut dan telinga keluar darah,saya bawa teman yang selamat pulang meminta tolong” ujarnya kepada KBE, Selasa (12/12).

Salah satu korban selamat lainnya Juli bin Warta (18) warga Dusun Babakan RT 09/03 Desa Medangasem membenarkan penjelasan Sawal bin Hamid semua yang selamat sangat panik sedangkan pendengaran sangat sakit saking besarnya suara mendentum terasa pecah gendang telinga,dalam kondisi setengah sadar kamipun lari ke perkampungan untuk meminta tolong.

“baru pertama kali melihat langsung kilatan petir menyambar dengan cahaya sangat menyilaukan mata,yang jadi sedih Juli dan haris menjadi korbannya hingga tewas, padahal keadaannya sangat dekat.

kita masih dilindungi sehingga dapat terhindar dari kilatan petir yang menewaskan rekan sekampung,” pungkasnya. (gie/odk)