Ketegasan Bupati Dinanti

Ketegasan Bupati Dinanti

79
0
BERBAGI

Politik dalam Seleksi, Syarat Administrasi Pendaftar Direksi PDAM Dipelototi

KARAWANG– Kentalnya desas-desus intervensi kekuatan politik dalam pemilihan direksi PDAM TirtaTarum menuai banyak sorotan publik. Bupati Karawang Cellica Nurachadianna diminta tidak tersandera oleh kepentingan politik, dan mampu mengingatkan panitia seleksi (Pansel)  direksi PDAM menjalankan seleksi dengan mengacu kepada aturan.

Ketua Komisi B DPRD Karawang, Danu Hamidi mengingatkan agar Cellica dan Pansel yang terdiri dari Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Tarum didampingi tim akademisi dari Unpad dan Unsika agara tetap menjalankan seleksi teliti terhadap syarat administtratif yang harus dimiliki oleh para pendaftar, sehingga dapat memunculkan direksi baru perusahaan air plat merah yang professional bukanlah titipan kekuatan politik tertentu.

Syarat adminstratif ini yaitu atas usia calon direksi pada saat diangkat pertama kali berumur paling tinggi 55 tahun atau masyarakat umum dengan batas usia calon direksi pada saat diangkat pertama kali berumur paling tinggi 50 tahun, warga negara Indonesia, berpendidikan minimal sarjana atau strata 1 (S1), mempunyai pengalaman kerja 10 tahun bagi yang berasal dari PDAM dan memiliki sertifikat pengelolaan air atau mempunyai pengalaman kerja sekurang-kurangnya 15 tahun mengelola perusahaan bagi yang berasal dari masyarakat umum.

“Kami dari DPRD meminta para panita, termasuk bupati tetap berjalan sesuai aturan jangan mementingkan ego lain di luar aturan,” kata Danu saat dihubungi KBE, Senin (11/12).

Danu  mengingatakan pentingnya mengenyampingkan ego ataupun kepentingan politik yang ada dalam upaya meneciptakan manajemen baru di tubuh PDAM Tirta Tarum yang dapat membawa perubahan lebih baik dari direksi sebelumnya.

Sementara itu, politisi PAN ynag juga merupakan Anggota Komisi B DPRD Karawang, Timan Sukirman menyindir adanya kader parpol yang masuk dalam pendaftaran direksi PDAM Tirta Tarum yang menurut Timan, hal tersebut dapat semakin merusak kepercayaan publik terhadap perusahaan air plat merah ini.

“Semua tahu PDAM itu dibiayai pakai uang rakyat, kalau mau digunakan untuk kepentingan politik cari tempat lain,” sindirnya.

Sebelumnya pendiri Karawang Budgeting Center (KBC) Ricky Mulyana dan Sekretaris PDI Perjuangan Ace Sudiar juga menyatakan hal yang sama, dengan masuknya kader parpol dan beberapa karyawan PDAM  yang track record kinerjanya bermasalah, dalam seleksi terbuka direksi PDAM Tirta Tarum.

Bahkan Ace berani mengatakan usaha perbaikan PDAM sudah bermasalah sejak dari awal penunjukan para kader parpol yang tak mengerti permasalahan PDAM diangkat menjadi dewan pengawas.

“Pemilihan direksi PDAM hanya gurauan belaka,” katanya.

Diketahui, saat ini sudah ada 20 pendaftar yang mengikuti seleksi terbuka pemilihan tiga direksi PDAM Tirta Tarum yakni Direktur Utama, Direktur Umum, Direktur Teknis. (mhs)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY