Bacitot, Hiburan atau Masalah? 

Bacitot, Hiburan atau Masalah? 

14
0
HIBURAN: Bacitot hampir tidak pernah absen kehadirannya disetiap acara hajat masyarakat setempat setelah panen raya.  WAHYUDI UMAR/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

Jadi Ajang Adu Jotos

CILAMAYA WETAN – Sebagai hiburan favorit masyarakat pesisir pantai utara (Pantura) sisingaan atau dalam bahasa Cilamaya akrab di sebut bacitot, hampir tidak pernah absen kehadirannya disetiap acara hajat masyarakat setempat.

Hampir setiap hari, sejumlah ruas jalan di Cilamaya penuh sesak akibat ramainya arak-arakan bacitot. Tak hanya itu, bacitot yang konon adalah hiburan favorit  bagi masyarakat Pantura, dianggap biang kemacetan lalu lintas oleh sejumlah kalangan.

Pemerhati kebudayaan, Suhenda menerangkan, kehadiran bacitot atau yang lebih poluler dengan nama singa depok itu, seperti memiliki musim tampil.

Dijelaskannya, musim tampil bacitot untuk wilayah Pantura Karawang, biasanya setelah panen raya. Karena, imbuh Suhenda, pada waktu itu banyak masyarakat yang melaksanakan hajat. Entah itu khitanan ataupun pernikahan.

“Jika dilihat dari sudut pandang seni dan budaya, Bacitot memiliki banyak nilai positif. Namun, sebagai pelaku seni saya menyayangkan, masyarakat pantura sering berbuat onar diacara yang mirip festival tersebut,” ungkap Suhenda saat berbincang dengan KBE, Selasa (5/12).

Warga Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang itu memaparkan, dalam acara bacitot tak jarang warga minum minuman keras (Miras) hingga sering terlibat adu jotos.

“Selama perjalanan arak-arakan itu, diputar musik khas pantura dimana ada biduan dan warga yang nyawer. Tapi amat disayangkan, terkadang mereka mabuk dan sering terlibat adu jotos,” kata Suhenda menyayangkan.

Sementara itu, salah satu tokoh masyaralat setempat, Ade menambahkan, arak-arakan bacitot sebagai tradisi dan tontonan favorit masyarakat membuatnya tidak pernah sepi apresiator.

Guru ngaji itu mengatakan, ajang yang harusnya dijadikan sarana hiburan dan rekreasi bagi masyarakat, harus ternodai dengan maraknya aksi adu jotos.

“Dalam satu hari bisa ada 2 hingga 3 rombongan bacitot yang lewat, kalau sampai papasan, tidak jarang terjadi bentrok,” ujarnya.

Tidak hanya mengganggu keamanan, arak-arakan bacitot juga kerap mengganggu arus lalu lintas dan selalu menimbulkan kemacetat panjang disetiap rute yang dilaluinya. Ironisnya, hampir disetiap aksinya, bacitot tidak pernah dikawal oleh pihak keamanan dalam hal ini polisi.

Meskipun dalam parktiknya mengganggu keamanan dan kenyamanan warga dan pengguna jalan. “Harus mulai difikirkan dampak dan cara mengatasi hal-hal tersebut,” tandasnya. (wyd)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY