Hak Lapangan Kerja Penyandang Difabel Diperjuangkan

Hak Lapangan Kerja Penyandang Difabel Diperjuangkan

16
0
CERIA: Para penyandang difabel melakukan foto bersama di salah satu acara yang dinisiasi oleh Karang Taruna Kabupaen Karawang.
BERBAGI

KARAWANG- Karang Taruna Kabupaten Karawang, memberikan motivasi kepada puluhan kaum difabel yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Karawang, Selasa (5/12) di salah satu hotel di Karawang.

“Kami memberikan motivasi kepada para kaum difabel ini sebagai wujud solidaritas kepada mereka. Selain itu kedepan kami akan mendorong para difabel itu untuk bisa bekerja secara mandiri,” ujar Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang, Oma Miharja Rizky.

Dijelaskan Oma, dalam UU semua perusahaan harus bisa menerima karyawan yang disabilitas sebanyak 1 persen. Selain itu, pihaknya juga akan membuka peluang kerja bagi kaum difabel ini agar bisa mandiri.

“Kami merupakan organisasi sosial, maka kami akan membantu difabel dengan maksimal,” katanya.

Menurutnya, selama ini nasib kaum difabel belum mendapatkan perhatian lebih, baik oleh pemerintah ataupun swasta. Sehingga dengan program ini, diharapkan bisa menjembatani kaum difabel untuk mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat lain.

“Walaupun seperti yang kita tahu. Karang Taruna ini lembaga nol persen anggaran. Tapi kita coba memberdayakan potensi yang ada, agar bisa bermanfaat,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian bakti karang taruna setelah sebelumnya membuat rumah belajar bintang di Cikampek dan melakukan donor darah.

“Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya bagi kaum difabel,” katanya.

Sementara itu, Ketua PPDI Karawang, Nanang Kosim mengapresiasi kerjasama yang dilakukan bersama karang taruna kabupaten Karawang. Sebab selama ini kaum difabel kurang mendapat perhatian khususnya ketika ingin bekerja. Kendati  setiap tahun warga disabilitas yang ada di Karawang hanya mendapat pelatihan dari dinas sosial saja. Sementara untuk pendidikan, bekerja dan permodalan belum ada.

“Bahkan untuk bantuan kaki palsu, tangan palsu, alat pendengeran itu dibantu bukan dari pemerintah melainkan oleh pihak swasta yang peduli pada penyandang disabilitas,” ujar Nanang. (mhs)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY