Program Kartu Tani Terganjal Banyak Kendala

Program Kartu Tani Terganjal Banyak Kendala

87
0
BERBAGI

KARAWANG- Dinas Pertanian Karawang mengakui banyaknya kendala dalam melakukan program kartu tani yang digadang-gadang sebagai solusi pengganti sistem subsidi pupuk. Hal tersebut diakui, Kepala Seksi (Kasi) Informasi Teknologi (Infotek) Dinas Pertanian Karawang, Eka Putri.

Eka  mengatakan, sejumlah kendala memang muncul dalam melakukan verifikasi dan validasi penerima kartu tani, dari tidak adanya anggaran dinas untuk melakukan sosialisasi kartu tani. Sehingga pihaknya melakukan optimalisasi penyuluh untuk melakukan sosialisasi.

“Program ini awal Maret, sehingga kita tidak dapat menyediakan anggaran untuk sosialisasi,” ujarnya belum lama ini

Lanjut Eka, minimnya aturan kartu tani yang hanya mengandalkan jutlak-juknis verifikasi dan validasi kartu tani melalui sistem informasi penyuluhan pertanian juga menjadi kendala.

“Lalu banyak juga petani yang tidak mau memberikan persyaratan saat dilakukan verifikasi salah satunya adalah KTP-E dan Kartu Keluarga (KK). Karena online dan membutuhkan NIK,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, problem lain di lapangan masih banyak petani juga yang tidak memiliki KTP-el, sehingga sulit untuk dilakukan verifikasi.

“Penyuluh kita ini datang door to door, kadang petani nggak ngasih persyaratan karena merasa kartu tani nggak penting. Ada juga yang belum memiliki KTP-e. Dan yang sulit juga adalah petani guntai, sawah dan rumahnya itu benar-benar jauh banget,” jelasnya.

Alhasil, dari 110 ribu petani yang dilakukan verifikasi oleh penyuluh saat itu. Hanya ada sekitar 70 ribu petani yang berhasil diverifikasi.

“Dalam urusan pertanian ada tiga bagian yang mengurusi. Pertama adalah Bidang SDM dinas Pertanian sebagai verifikasi , kemudian Bidang PSP Dinas Pertanian urusan Kuota pupuk dan yang terakhir adalah Bank Mandiri,” katanya.

Dari hasil verifikasi penyuluh Dinas Pertanian, data petani tersebut kemudian diberikan kepada pihak Bank Mandiri yang kemudian melakukan validasi data. Salah satunya adalah untuk memastikan tidak ada double data, kesesuaian nik.

“Dari 70 ribu petani, kemudian hasil validasi data dari Bank Mandiri maka hanya 40 ribu petani yang dapat kartu tani,” ujarnya.

Rencananya Kartu Tani tersebut akan diaktifkan pelaksanannya pada Tahun 2018. “Kalau distribusi kartunya belum kita lakukan, untuk kartu tani nanti efektif tahun 2018. Kecuali untuk wilayah Tempuran yang memiliki sisa kuota pupuk maka mereka akan diberikan pada Desember ini,” pungkasnya. (rie)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY