Tampik Anggapan Bocornya Pipa Limbah Medis

Tampik Anggapan Bocornya Pipa Limbah Medis

28
0
BOCOR: Luapan cairan limbah medis di RSUD Ciereng Subang beberapa waktu lalu.
BERBAGI

Manajemen RSUD Ciereng Salahkan Warga Sekitar

SUBANG- Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng, Subang mengklaim bocornya pipa yang diduga saluran pipa limbah medis beracun di bangunan gedung baru rumah sakit telah diperbaiki. Namun pihak rumah sakit membantah jika saluran pipa yang bocor tersebut pipa limbah medis, melainkan mengatakannya sebagai saluran pembuangan sampah rumah tangga.

“Kalau bocorkan berbentuk pipa, yah. Keluarnya air itu ada suatu kegiatan yang sifatnya saluran got yang mampet, karena kebiasaan masyakat di sini kalau membuang sampah itu melalui saluran air mandi, jadi mampet saluran itu,” kata Kasubag Humas RSUD Ciereng, Mamat Budirahmat.

Ketika ditanya apakah kejadian tersebut diakibatkan oleh kelalaian dari pihak rumah sakit, ia tidak membenarkannya, dalam hal ini menolak anggapan demikian.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit RSUD Ciereng, Eka Mulyana  tidak bisa memberikan konfirmasi kepada awak media, secara rinci mengenai kebocoran pipa yang diduga limbah medis beracut tersebut. Bahkan sejumlah awak media dihalang-halangi untuk melakukan wawancara kepada Eka.,

“Saat ini kita sedang ada pertemuan dengan tim Surveyor selama tiga hari untuk akreditasi rumah sakit versi 2012, jadi kita sedang sibuk, tolong teman wartawan untuk sementara tidak banyak pertanyaan,” kata Mamat.

Sementara itu, pegiat lingkungan hidup dan tata ruang kota di Subang, Herry Sudrajat mengatakan, bocornya pipa yang diduga saluran pipa limbah medis beracun di RSUD Ciereng, Subang, belum lama ini, diharapkan menjadi pelajaran bagi manajemen RSUD Ciereng dan Pemkab Subang agar lebih berhati-hati dan teliti.

“Limbah Medis lebih berbahaya dari limbah B3 atau pun limbah pabrik dan penangannya pun harus khusus dan teliti, karena memiliki kandungan bakteri penyakit menular. Lalu dikelola pembuangannya oleh perusahan medis juga,” kata Herry.

Ia juga mengharapkan Pemkab Subang dapat membuat Perda yang mengatur penanganan sampah medis, karena selama ini dikatakan Herry ada kekosongan regulasi. (hrn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY