Dedi Mulyadi Tegaskan Golkar Harus Tiru Jokowi 

Dedi Mulyadi Tegaskan Golkar Harus Tiru Jokowi 

55
0
DISKUSI: Dedi Mulyadi gunakan peci berbicara diacara diskusi panel Gosgoro di Sleman Yogjakarta, Minggu (26/1). CATUR AZI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

SLEMAN- Sistem rekrutmen DPP Partai Golkar dalam merekrut pengurus maupun kader lagi-lagi menjadi sorotan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi. Menurut dia, Golkar seharusnya meniru langkah yang sudah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dalam merekrut para pembantunya yang kini duduk dalam Kabinet Kerja.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Purwakarta tersebut usai menjadi pembicara dalam diskusi panel Kosgoro bertajuk “Memperkokoh Soliditas untuk Mencari Solusi Terbaik Guna Penyelamatan Partai Golkar” di Sleman, Yogyakarta, Minggu (26/11).

“Hari ini kan budaya kaderisasi sudah mulai hilang. Tiba-tiba ada sekumpulan nama yang tidak dikenal secara institusi dari mana dan aktifis mana, tahu-tahu menjadi pengurus,” katanya.

Presiden Joko Widodo, imbuh Dedi, telah memberikan contoh perkaderan yang baik dalam Kabinet Kerja yang dia susun. Cara ini, kata dia, dapat ditiru oleh DPP Partai Golkar ketika menyusun kepengurusan baru hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), Desember mendatang.

“Pak Presiden sudah memberikan contoh kepada kita dan posisi Partai Golkar secara tegas mendukung beliau, maka saya pikir pola rekrutment itu harus dilakukan juga oleh Partai Golkar terutama saat menyusun pengurus hasil Munaslub nanti,” katanya menambahkan.

Permintaan Dedi, rupanya bukan tanpa alasan. Ia menekankan, aspek profesionalisme, kapabilitas dan kualitas seorang kader yang masuk dalam kepengurusan partai menjadi penting dalam rangka mewujudkan harapan Partai Golkar ke depan untuk melakukan pembenahan di berbagai sektor.

“Kalau istilah perguruan tingginya mungkin harus terakreditasi. Jadi siapapun nanti yang memberikan rekomendasi untuk menjadi pengurus Partai Golkar harus mampu mempertanggungjawabkan profesionalisme, kapasitas dan kapabilitas dia sebagai kader Golkar,” ujarnya.

Dalam acara yang sama, Dewan Penasehat MKGR Kosgoro, Gandung Pardiman mengatakan bahwa Munaslub merupakan momentum perubahan partai menuju situasi dan kondisi yang lebih baik. Ia menegaskan Munaslub tidak bisa lagi ditunda apalagi ditawar untuk tidak dilakukan.

“Kami kader dari daerah mendorong agar kondisi Partai Golkar menjadi lebih baik lagi. Makanya, Munaslub itu sudah tidak bisa ditawar-tawar,” tegasnya. (ctr)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY